Warning: Illegal string offset 'style' in /home/gkybsd/public_html/libraries/src/Helper/ModuleHelper.php on line 236

Warning: Illegal string offset 'style' in /home/gkybsd/public_html/libraries/src/Helper/ModuleHelper.php on line 253
WELCOME to GKY BSD - Gereja Kristus Yesus Jemaat BSD - Gereja yang Mulia & Misioner - Giat Kerja bagi Yesus, Bertumbuh, Setia & Dinamis - Mengenal Sang Raja melalui para Raja - Advent 4
  • Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
GI. Andry Setiawan

Minggu, 17 Desember 2017

Dalam Matius 2:1–23 ada tiga raja yang dimaksud, yaitu: Herodes, Arkhelaus (putra Herodes), dan orang Majus. Mengapa ketiga orang Majus masuk dalam kategori raja? Dalam pengertian secara luas, raja bukan hanya penguasa tertinggi dari suatu negara, tapi juga orang yang besar kekuasaan/pengaruhnya dalam suatu lingkungan. Secara tradisi, orang Majus dari Timur adalah raja; sehingga muncul nama seperti Kaspar (orang muda yang mempersembahkan kemenyan), Melkior (seorang lanjut usia berjanggut panjang dan rambutnya putih, membawa persembahan emas), Balthasar (orang berkulit hitam yang mempersembahkan mur). Namun perlu diteliti lebih jauh lagi secara historis. Kata “Majus”, magoi (bahasa Yunani) berarti ‘orang bijak/ahli bintang’; kasta imam di kerajaan Persia dan Babilonia dimana kemudian diperluas lagi menjadi orang magician/astrolog; dan dalam Perjanjian Baru (Kisah Para Rasul 13:6) disebut tukang sihir. Jadi mereka bukan orang Yahudi, mereka orang terhormat dari Timur. Menurut Herodotus ahli sejarah; orang Majus berasal dari bangsa Medi (kekaisaran Persia), perannya sama seperti orang Lewi yang sangat penting, jadi kalau ada persembahan yang ingin diberikan, harus diberikan oleh orang Majus. Karena itulah mereka termasuk golongan raja karena pengaruh dan kuasanya yang besar.
Siapakah Sang Raja yang dapat kita kenal melalui raja-raja tersebut?
Ada dua identitas dari raja di sini, yaitu:
  1. Raja yang Mahabesar tapi lahir di kota yang kecil.
  2. Raja yang layak disembah oleh seluruh raja di dunia tapi ditolak oleh dunia.
Identitas 1:
Yesus lahir di kota kecil Betlehem. Matius ingin menekankan bahwa Betlehem di Yudea dan Yesus lahir dari keturunan raja Daud. Bukti kebesaran Kristus: Bintang terbit saat Yesus lahir; artinya ada orang besar lahir. Ada empat teori yang mengemukakan hal ini, namun semuanya tidak memadai. Dalam ayat 9 disebut “bintang itu mendahului mereka” (dalam bahasa aslinya berarti “came and stood”, ‘datang dan berhenti di tempat’). Dengan iman Kristen, bintang itu muncul sebagai perwujudan yang dipakai Allah untuk menunjuk pada kelahiran Kristus sampai orang Majus menemukan Kristus di Betlehem. Bagi orang Majus peristiwa bintang ini bukan hal aneh.
Mengapa Raja Mahabesar mau lahir di kota kecil? Hal ini menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa, karena Allah mau turun ke dunia. Tuhan sudah memberikan diri-Nya untuk kita. Maukah kita dengan rendah hati mengasihi sesama dan Tuhan lebih lagi?
Martin Luther pernah berkata, “I must listen to the gospel. It tells me not what I must do, but what Jesus Christ the Son of God has done for me.” Pandangan dunia mengatakan apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hal itu, tapi Injil Tuhan berbicara suatu kebenaran: Apa yang Yesus sudah lakukan untuk kita. Kita yang tidak layak tapi dilayakkan oleh Tuhan. Hendaknya kita rendah hati, sadar kita membutuhkan Tuhan.
Identitas 2:
Yesus adalah Mesias, Raja segala raja; raja untuk segala bangsa, raja atas dunia dan alam semesta. Orang Majus mewakili orang bukan Yahudi namun datang dari jauh untuk menemukan dan menyembah Yesus. Satu Raja-raja 10:1–13 berkisah tentang kunjungan ratu Syeba pada Salomo; ini gambaran sederhana bahwa orang datang menghadap raja pasti membawa sesuatu. Persembahan mas, kemenyan memang cocok untuk raja. Mur melambangkan Kristus menjadi kurban untuk kita di atas kayu salib. Ini wujud persembahan sejati orang Majus. Orang Majus memuliakan Yesus dengan pemahaman “who is”. Yesus bukan raja untuk orang Yahudi, tapi raja segala bangsa.
Di sisi lain Herodes Agung menolak Yesus karena takut tersaingi. Ia lebih memilih menyelamatkan takhta daripada jiwanya. Ia menolak Kristus dan tidak membiarkan Yesus hidup dalam dirinya dan menyelamatkan nyawanya. Apakah kita hidup tulus menyembah Tuhan? Kehidupan kita dikontrol oleh Sang Raja? Ataukah seperti Herodes yang lari dari Yesus dan menolak Dia? Biarlah kita melakukan semua pelayanan dengan sikap yang benar.
Saat Yesus tahu dirinya akan ditolak, Ia tetap menjalankan misi-Nya. Dan Ia tidak pernah menyerah mencapai kita sehingga kita menjadi percaya. Hendaknya kita pun demikian, terus doakan orang-orang yang belum percaya, terus berkarya bagi Tuhan. Jangan pernah berhenti mencari, menyembah Dia, dan hidup bagi-Nya dalam keadaan sesulit apa pun. Sembahlah Dia dengan penuh kekudusan karena Yesuslah Raja yang layak ditinggikan dan dimuliakan.
 

(Disarikan oleh Lislianty Lahmudin)

Matius 2:1-23

 

2:1   Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

2:2
 
dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."

2:3
 
Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4
 
Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

2:5
 
Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

2:6
 
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

2:7
 
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

2:8
 
Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

2:9
 
Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

2:10
 
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

2:11
 
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

2:12
 
Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

2:13
 
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."

2:14
 
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,

2:15
 
dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

2:16
 
Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

2:17
 
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia:

2:18
 
"Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

2:19
 
Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya:

2:20
 
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."

2:21
 
Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel.

2:22
 
Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.

2:23
 
Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

2016: Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M) • 2017: Gereja yang Menjadi dan Menjadikan Murid • 2018: Diperlengkapi sebagai Murid Kristus

Acara Gerejawi

Tema 2018