• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Mangapul Sagala

Minggu, 10 Desember 2017

Beberapa orang masih menganggap bahwa jikalau nenek moyang itu orang hebat, maka keturunannya juga orang hebat. Namun apabila nenek moyang adalah orang jahat, bercela, dan tidak terpandang; maka keturunannya juga akan menjadi seperti itu. Tidak ada harapan bagi mereka. Tetapi mari kita lihat silsilah Yesus di Matius 1. Silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham sampai ke Daud, lalu 14 keturunan dari Daud ke pembuangan Babel, dan 14 keturunan dari pembuangan Babel sampai dengan Yusuf. Jadi, total keturunan Yesus dari Abraham adalah 42 generasi.
Ternyata, orang-orang di dalam silsilah Yesus tidak semuanya orang baik atau orang besar. Misalkan saja Rahab. Rahab adalah seorang perempuan sundal (Yosua 2:1–2). Sungguh luar biasa melihat kedaulatan Allah nyata di dalam sejarah silsilah Yesus. Sehingga pernyataan atau kepercayaan “nenek moyang A menghasilkan A dan nenek moyang B menghasilkan B” itu tidaklah valid. Allah kita adalah Allah yang sanggup memutarbalikkan silsilah keturunan yang buruk atau bercela.
Seperti peribahasa “tak kenal maka tak sayang”, setiap orang yang ingin mengasihi Yesus perlu mengenal diri Yesus dengan baik. Untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Tuhan, kita perlu mengenal-Nya dengan baik. Melalui pengetahuan akan silsilah, kita dapat mengenal Yesus lebih jauh.
Yesus sudah ada sejak kekekalan. Dia sudah bersekutu dengan Bapa sejak kekekalan. Dia adalah Firman dan Dia adalah Allah. Sekalipun tidak ada kalimat yang menyatakan hal ini secara eksplisit, tetapi Injil mengungkapkannya. Dalam Matius 9:2 diceritakan bahwa Yesus adalah pribadi yang bisa mengampuni dosa, dan yang bisa mengampuni dosa hanyalah Allah.
Matius juga mengkaitkan silsilah Yesus dengan Daud. Artinya kehadiran Yesus adalah sesuai dengan penggenapan Perjanjian Lama. Perikop 2 Samuel 7:13 dengan judul “Janji Tuhan Mengenai Keluarga dan Kerajaan Daud” mengatakan, “Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku ....” Dan Nabi Natan sudah berkali-kali menyerukan hal itu, dimana keturunan Daud adalah anak Allah.
Sedangkan Lukas bermaksud memberitahu bahwa nenek moyang Yesus adalah Adam (Lukas 3:38). Artinya ketika Yesus adalah anak Adam dan seluruh manusia di dunia adalah keturunan Adam, maka semua manusia boleh menikmati Allah. Yesus lahir bagi semua orang di dunia, bukan hanya orang-orang tertentu. Bukan hanya bagi bangsa Israel.
Matius dan Lukas sama-sama menelusuri silsilah Yesus karena mereka bermaksud menegaskan siapa Yesus. Silsilah ini penting karena menyatakan identitas Yesus. Yesus adalah anak Allah dan Dia adalah Allah. “’Anak” bukan dalam arti harafiah, tetapi artinya natur Yesus adalah Allah yang tidak berdosa.
Tetapi di satu sisi, kita lihat bahwa nenek moyangnya adalah pendosa. Begitu pun juga kita manusia, mau sebaik apa pun kita, sebesar apa pun kita, sehebat apa pun kita; kita semua adalah orang berdosa yang membutuhkan karunia Allah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang terlepas dari dosa dan tubuh kita ini milik dosa (Roma 6:6). Natur manusia adalah memiliki hati, pikiran, dan perbuatan yang cenderung berdosa; bahkan seringkali dilakukan tanpa sadar (Roma 7:15). Dan sesungguhnya tubuh yang berdosa ini akan menuju pada maut (Roma 7:24).
Namun justru orang berdosalah yang dipakai Tuhan untuk menggenapi janji-Nya. Orang berdosalah yang menantikan kedatangan Yesus yang artinya “penyelamat umat-Nya dari dosa” (Matius 1:21). Maka itu kita perlu mengarahkan hidup kita kepada Allah yang sanggup mengubah arah hidup kita.
Ketika Paulus berkata bahwa dirinya adalah manusia celaka dan tubuhnya akan menuju pada maut, dia sudah mengalami Tuhan. Hanya orang-orang yang mengalami Tuhan yang dapat merasa bersalah dan tahu bahwa dirinya akan celaka karena dosa. Semakin Paulus bertumbuh, keinginannya untuk hidup suci juga semakin besar. Tidak ada dosa sekecil apa pun yang ingin dilakukan supaya dirinya bisa terbang tinggi bersama Tuhan.
Tanpa Natal, kita semua akan menuju ke neraka. Karena Natal, perbudakan dosa dipatahkan. Allah memakai cara yang mengherankan untuk menyelesaikan persoalan dosa. Allah yang mulia menjadi hina, supaya manusia yang hina menjadi mulia. Jadi solusi akan dosa tidak ada andil pekerjaan manusia. Ketika terang datang, maka yang gelap tersingkir. Dan terang yang sesungguhnya sudah datang ke dunia untuk menerangi hidup kita yang gelap. Hidup yang terikat dengan hedonisme, materialisme, perjudian, pronografi, kesombongan, kepahitan, kebencian, kemarahan, dan sebagainya.
Respons kita seharusnya sukacita pada saat Natal. Karena apa yang dunia tidak bisa lakukan, sudah dilakukan Yesus. Kalau kita jatuh terus dalam dosa, kita perlu berkata, “Kuasa Yesus lebih besar dan mampu mengangkat kita. Dosa akan tunduk dan tak berdaya melawan kuasa-Nya.” Yesus datang bukan hanya untuk mengampuni, tetapi juga melepaskan dosa.
Perenungan Natal: Ketika agama di luar kekristenan menyadari bahwa allah mereka layak menerima yang terbaik dari mereka, maka Allah kita yang hidup seharusnya menerima lebih dari yang terbaik. Kita yang sudah dikaruniakan keselamatan dan hidup bersama Roh Allah, maukah kita semakin hidup totalitas bagi Allah?
 

(Disarikan oleh Nico Tanles Tjhin)

Matius 1:1-17

 

1:1   Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

1:2
 
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

1:3
 
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

1:4
 
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

1:5
 
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

1:6
 
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

1:7
 
Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

1:8
 
Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

1:9
 
Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

1:10
 
Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

1:11
 
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

1:12
 
Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

1:13
 
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

1:14
 
Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

1:15
 
Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

1:16
 
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

1:17
 
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

2016: Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M) • 2017: Gereja yang Menjadi dan Menjadikan Murid • 2018: Diperlengkapi sebagai Murid Kristus

Acara Gerejawi

Tema 2018