• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Joni Sugicahyono

Minggu, 3 Desember 2017

‘Double Assurance’ Setiap orang yang menjadi milik Yesus, dia mendapat jaminan keselamatan sampai selama-lamanya. Dan di muka bumi ini tidak tempat yang aman, hanya bersama Tuhan saja manusia akan aman. Berbahagialah manusia yang menjadi domba Kristus.
Pada Yohanes pasal 11 menjelaskan Tuhan Yesus sebagai Master of Life—Sang Pemimpin Hidup. Dia yang menguasai hidup manusia dan mengalahkan kematian serta memberi harapan bagi umat manusia.
Tuhan Yesus pernah membangkitkan tiga orang, yaitu:
  1. Anak Yairus yang berusia dua belas tahun.
  2. Anak janda di kota Naim.
  3. Lazarus.
Pada Perjanjian Baru Nabi Elia dan Elisa pernah membangkitkan orang mati, dan pada Perjanjian Lama Rasul Petrus dan Paulus juga pernah membangkitkan orang mati. Semuanya menggunakan kuasa Allah untuk membangkitkan orang mati.
Namun Tuhan Yesus menggunakan otoritas-Nya untuk membangkitkan orang mati. Ini bukti bahwa Tuhan Yesus adalah Allah.
Pada kisah Lasarus, Tuhan Yesus menunda memberi pertolongan padahal Tuhan Yesus sayang dengan keluarga Lazarus. Apakah Tuhan tidak peduli?
Ada dua pola pikir filsafat manusia:
  1. Allah mengasihi namun tidak berkuasa.
  2. Allah berkuasa namun tidak mengasihi.
Namun Allah adalah Allah yang berkuasa namun juga Allah yang mengasihi manusia.
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan z Allah 1 , sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
Penderitaan dapat dipakai Allah sebagai alat-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Gereja di Korea yang sempat dikunjungi oleh Gembala GKY BSD, hanya memiliki jemaat tujuh ratusan orang; namun sudah membangun lebih dari seratus gereja di luar Korea, dan memelihara anak-anak yang terbelakang mental dan akhirnya mendapat bantuan dari pemerintah Korea.
Penulis Norman Wright menulis banyak buku tentang pernikahan yang bahagia. Dia dikarunia dua anak, namun Matthew salah satu anaknya menderita kelainan mental. Ada tiga hal yang didapat Norman dari kehadiran Matthew, yaitu:
  1. Sebagai alat Tuhan untuk membentuk karakter yaitu belajar sabar untuk kemajuan kecil dari terapi Matthew.
  2. Sebagai alat pemurni Tuhan untuk menerima Matthew dan dapat dengan seluas-luasnya mencari Allah.
  3. Sebagai bukti kehadiran Tuhan yang sudah mempersiapkan semua jauh-jauh hari, dan memampukan manusia mengintegrasikan kasih Allah dengan penderitaan manusia.
Tuhan menggunakan penderitaan dan kematian Tuhan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Jangan berkecil hati karena Allah mampu menggunakan sakit penyakit dan penderitaan untuk memuliakan Tuhan. Bersyukurlah atas hidup atau mati kita.
 

(Disarikan oleh Mindra J. Citra)

Yohanes 11:1-15

 

11:1   Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.

11:2
 
Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.

11:3
 
Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."

11:4
 
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

11:5
 
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.

11:6
 
Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

11:7
 
tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."

11:8
 
Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"

11:9
 
Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.

11:10
 
Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

11:11
 
Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."

11:12
 
Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."

11:13
 
Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.

11:14
 
Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;

11:15
 
tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

2016: Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M) • 2017: Gereja yang Menjadi dan Menjadikan Murid • 2018: Diperlengkapi sebagai Murid Kristus

Acara Gerejawi

Tema 2018