• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
GI. Edy Gurning (Ringkasan)
GI. Dessy Pane (Rekaman)

Minggu, 15 Oktober 2017

Pencobaan adalah hal-hal yang menggoda kita untuk jatuh dalam dosa—melanggar sepuluh hukum. Hal-hal ini baik dari dalam diri maupun dari luar diri yang mencoba untuk menjauhkan kita dari iman (komitmen) kita, kasih dan pengharapan kita pada Kristus dan kepada firman-Nya. Setiap kita pasti akan mengalami pencobaan. Tidak ada yang steril dari pencobaan.
Godaan itu sendiri tidak dosa. Respons kita terhadap godaan itu yang menentukan apakah kita jatuh dalam godaan dosa atau tidak. Menyerah kalah atau muncul sebagai pemenang, tergantung respons kita terhadap pencobaan. “Set your eyes on Jesus not on the storm”. Tuhan mengizinkan pencobaan supaya kita menoleh memandang ke atas.
Pencobaan yang kita alami ialah pencobaan biasa dan tidak melampaui kekuatan manusia. Mengapa Rasul Paulus yakin? Karena Allah kita setia. Kesetiaan Allah memberi kita jaminan:
  1. Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Contohnya seperti Ayub yang mengalami pencobaan begitu dahsyat, karena Tuhan tahu kemampuan Ayub. Ia akan memberikan jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya.
  2. Jalan keluar bisa berupa kelepasan dari masalah atau masalah tidak selesai tapi diberi kekuatan untuk menanggungnya, atau diberi perspektif baru dalam menjalaninya. Allah tidak mau kita menyerah kalah kepada pencobaan.
Billy Graham pernah bergumul saat temannya mempertanyakan kebenaran Alkitab. Sehinga ia pergi ke hutan membawa Alkitab dan berdoa. Ia menjadi sadar bahwa memang Alkitab itu tidak bisa kita pahami semuanya dengan pemikiran kita sendiri.
Lecrae Moore, seorang penyanyi terkenal pernah berkata, “God sometimes take us into troubled waters, not to drown us but to cleanse us.”
Apa yang harus kita lakukan saat mengalami pencobaan?
  1. Janganlah bersungut-sungut. Ingatlah Allah setia.
  2. Janganlah kita meninggalkan Tuhan karena konsumerisme, materialisme, dan pengakuan.
  3. Janganlah kita kompromi.
Ada kisah tentang hamba Tuhan di Kenya, Terry Apudo yang begitu tragis mengalami berbagai masalah berat dalam hidupnya seperti diperkosa, ditikam sehingga tidak bisa mempunyai anak, dan suaminya meninggal. Akhirnya setelah ia bertemu dengan Tonny Gobanga yang banyak membantunya, akhirnya mereka menikah dan ternyata kemudian Terry bisa melahirkan dua orang anak. Sukacitanya itu kemudian membuat keduanya melayani bidang pasutri. Ia menulis buku Crawling Out of Darkness, buku yang mengisahkan cobaan berat yang ia alami, untuk memberi harapan kepada orang-orang agar bisa bangkit kembali. Sebagai pendeta, imannya tetap ia arahkan kepada Allah, kepada kesetiaan-Nya.
 

(Disarikan oleh Lislianty Lahmudin)

1 Korintus 10:13

 

10:13   Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017