• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Joni Sugicahyono

Minggu, 3 September 2017

John Calvin, menulis penjelasan perihal Mazmur jauh lebih detail dari kitab lain. Melalui kitab Mazmur pembaca dapat belajar bagaimana berpikir tentang Allah atau belajar tentang kesalehan, bukan hanya pengetahuan tentang Allah. Pengertian teoligi menjelaskan bagaimana manusia berpikir secara benar perihal Tuhan. Sedangkan kesalehan adalah sikap manusai terhadap Tuhan pada kondisi sukar atau senang atau pada saat bergumul.
Ada dua definisi perihal Ibadah yaitu:
  1. Dalam arti sempit, mengaitkan dengan kebaktian di gereja.
  2. Dalam arti luas, sesuai Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahanyang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Dikisahkan seorang penginjil yang berkunjung ke seorang jemaat yang lama tidak beribadah ke gereja. Ternyata, jemaat tersebut memiliki ruangan di rumah sebagai tempat ibadahnya kepada Tuhan dan hal itu dianggap sudah cukup, sehingga tidak perlu ke gereja pada hari Minggu.
Mengapa seseorang tidak mau beribadah lagi? Karena adanya konsep yang salah tentang ibadah.
  1. Menganggap ibadah adalah urusan pribadi yang dimaksudkan untuk menguatkan diri. Ini merupakan anggapan yang salah.

    Karena ibadah bukan perihal sukacita pribadi, melainkan perihal perubahan pribadi yang disebabkan oleh komunitas dan harus digunakan untuk kepentingan komunitas. Kesenangan pribadi bukan tujuan dari komunitas. Ibadah merupakan aktivitas komunal yang bertujuan untuk mengajar bagaimana hidup sebagai umat Tuhan. Datang ke gereja untuk dilatih dan diperlengkapi menjadi murid Kristus. Ibadah menggambarkan kebenaran Allah, siapa manusia serta tujuan hidup manusia.
  2. Ibadah adalah kewajiban manusia kepada Allah juga anggapan yang salah.

    Karena ibadah b Konsep umum mendorong manusia untuk bergereja. Sesungguhnya Allah baik-baik saja tanpa ada manusia terlibat dalam ibadah. Waktu kita beribadah jiwa kita selaras dengan Allah dan firman-Nya dan membuat manusia mampu menjalani hidup dengan baik.
Adapun konsep yang benar adalah:
Ibadah adalah undangan Allah kepada manusia. Agama adalah wadah manusia untuk mencari Allah. Berbeda dengan Kekristenan dimana Allah yang datang mencari umat manusia. Sehingga jika manusia beribadah ini merupakan respons manusia atas panggilan Allah.
Prinsip Ibadah bagi umat Kristen sesuai dengan tulisan C.S. Lewis:
  1. Manusia mengira hidup seorang Kristen hanya cukup dengan membaca buku teologi di kamarnya sendiri, kesombongan manusia merupakan cangkang yang menutupi keinginannya untuk beribadah.
  2. C.S. Lewis bertobat setelah melihat kehidupan orang tua yang sederhana dengan sepatu bot karet, dimana orang tua itu dengan hikmat dan khusuk beribadah dan terlihat kerinduan untuk beribadah. Ibadah merupakan masalah hati seseorang untuk mau datang beribadah.
Ibadah adalah pembentukan sebuah umat Allah dan undangan Tuhan bagi umat-Nya. Dengan beribadah manusia bisa takjub akan keindahan dan kebaikan Tuhan. Agar jemaat dapat lebih baik dalam beribadah ada lima hal yang bisa dilakukan:
  1. Siapkan margin, dengan tidur lebih awal, menyiapkan waktu, hati, dan sikap yang benar.
  2. Datang lebih awal.
  3. Datang dengan menguduskan diri.
  4. Fokus pada salah satu aspek ibadah.
  5. Komitmen untuk melakukan satu hal yang dapat dilakukan, sikap apa saja yang bisa diperbaiki setelah mendengar firman.
Ibadah diawali dengan pengudusan diri dan diakhiri dengan ketaatan diri.
 

(Disarikan oleh Mindra J. Citra)

Mazmur 100

 

100:1   Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

100:2
 
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

100:3
 
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

100:4
 
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

100:5
 
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017