• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
GI. Eliyani Sugicahyono

Minggu, 20 Agustus 2017

Nabi Amos hidup sezaman dengan Nabi Hosea, dipanggil Tuhan untuk menyatakan keadilan dan penghakiman Tuhan pada umat Israel yang hidup membelakangi Allah. Amos, seorang peternak dan pemungut buah ara hutan, berasal dari Kerajaan Selatan (Yehuda) yang saat itu dipimpin oleh Raja Uzia, tetapi panggilannya melayani Kerajaan Utara (Israel) yang saat itu diperintah oleh Raja Yerobeam II.
Isi kitab Amos (pasal 1 sampai dengan pasal 9) berisi seruan penghakiman Allah. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan kehidupannya di hadapan Anak Domba Allah, hakim segala hakim yang mengadili isi dunia. Orang yang senantiasa bermain-main dengan dosa tinggal menunggu waktu tibanya penghakiman dan penghukuman atas dirinya.
Rakyat Israel (Kerajaan Utara) pada zaman Yerobeam II hidup dalam kemakmuran secara fisik namun mengalami kemerosotan secara rohani. Kemapanan yang dimiliki tanpa Tuhan hanya mendatangkan kehampaan, kebahagiaan tanpa Tuhan malah akan mendatangkan bahaya. Demikian juga kekuatan tanpa Tuhan hanyalah sebuah kerapuhan dan kekalahan (Amos 5:3). Nabi Amos sampai lima kali memperingati bangsa Israel, namun mereka tak kunjung berbalik kepada Tuhan. Bagaimana caranya kita bisa hidup kembali sesuai dengan firman Tuhan? Kuncinya adalah: Seek the Lord and live ‘Carilah Tuhan maka kamu akan hidup’.
“Mencari” dalam kitab Perjanjian Lama bisa ditulis dalam bentuk bakas yang artinya mencari untuk menemukan sesuatu yang hilang. Namun, dalam kitab Amos, “mencari” ditulis dalam istilah daras; artinya mencari Tuhan dalam persekutuan secara pribadi, sampai kita menemukan Allah yang hidup, yang memberi hidup kepada manusia yang mencari Dia. Bila kita hidup mencari Tuhan maka hidup kita akan punya makna.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, ada tiga nama tempat yang sangat berarti bagi umat Israel di masa lalu, tempat dimana Tuhan menjumpai umat-Nya dan mencurahkan berkat kepada mereka:
  1. Betel (Kejadian 28:10–22)
    Suatu ketika Yakub melarikan diri karena dikejar Esau, saudara kembarnya. Yakub bermimpi dan mendirikan altar di betel. Betel adalah tempat Allah menjumpai Yakub , menjumpai umat-Nya dan meneguhkan imannya saat dilanda ketakutan dan kecemasan. Namun, di masa Yerobeam I, Betel menjadi tempat pemujaan berhala. Oleh sebab itu, Allah tidak hadir lagi di sana. Perenungan untuk kita: Di rumah Tuhan, siapa yang kita cari? Apakah kerinduan akan firman-Nya yang menggerakkan kita atau kebutuhan akan pertemanan dan bisnis yang memotivasi kita?
  2. Gilgal
    Tempat perhentian bangsa Israel ketika menuju Kanaan. Di tempat ini Yosua memerintahkan penyunatan anak laki-laki sebagai tanda perjanjian dengan Tuhan. Umat Tuhan berjanji untuk setia dan taat kepada Tuhan. Tetapi, di zaman Amos, Gilgal juga jadi tempat penyembahan berhala. Perjanjian dengan Allah telah terlupakan dan Allah pun meninggalkan tempat itu.
  3. Bersyeba (Kejadian 21)
    Tempat ketika Abraham bertemu dengan Abimelekh. Saat itu terjadi pertikaian antara hamba-hamba Abimelekh dengan hamba-hamba Abraham tentang sebuah sumur yang digali oleh Abraham. Kemudian terjadilah rekonsialiasi antara Abimelekh dengan Abraham. Bersyeba adalah tempat Abraham membuat sumur dan dilanjutkan dengan Ishak anaknya. Ini sebagai simbol sumber berkat dari Tuhan yang berlimpah. Tapi kini berkat itu tak lagi tercurah karena semua sibuk dengan dirinya sendiri dan melupakan Tuhan.
John D. Rockefeller adalah sebuah contoh kehidupan orang yang berbalik dari pengejaran nafsu dan ambisi pribadi menjadi individu yang hidupnya berbalik kepada Tuhan. Awalnya; jutawan Rockefeller hidup kikir, egois, dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Saat berusia 53 tahun, ia didiagnosis menderitapenyakit langka yang sulit disembuhkan. Usianya diprediksi tinggal setahun lagi. Melalui pertobatan kepada Kristus, hidup Rockefeller berubah. Ia kemudian menjadi seorang dermawan yang mempersembahkan hartanya bagi kemanusiaan. Ia juga mendirikan berbagai yayasan yang sangat terkenal hingga kini, bergerak di bidang riset sains, pengobatan, dan pendidikan. Hidupnya terus dipakai Tuhan hingga berusia 98 tahun. Maukah hidup kita diubahkan dan menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan bangsa kita? Carilah Tuhan maka engkau akan hidup!
 

(Disarikan oleh Anton Utomo)

Amos 5:1–6

 

5:1   Dengarlah perkataan ini yang kuucapkan tentang kamu sebagai ratapan, hai kaum Israel:

5:2
 
"Telah rebah, tidak akan bangkit-bangkit lagi anak dara Israel, terkapar di atas tanahnya, tidak ada yang membangkitkannya."

5:3
 
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel: "Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang."

5:4
 
Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

5:5
 
Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."

5:6
 
Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017