• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
GI. Feri Irawan

Minggu, 13 Agustus 2017

Pada tanggal 19 Mei 2016 terjadi tabrakan kereta api di Jakarta karena kelalaian penjaga yang tertidur saat menjaga pintu lintasan kereta. Menjadi seorang penjaga tampaknya pekerjaan yang sepele, tapi menuntut tanggung jawab besar—bisa menyangkut nyawa orang.
Nabi Yehezkiel dipanggil saat pembuangan Babel kedua, ia mendapat visi dari Tuhan; mengemban tugas besar untuk menyampaikan berita penghakiman, seruan pertobatan bangsa Israel. Julukannya adalah "Penjaga Kaum Israel" (Yehezkiel 3:17, 33:7). Sebutan ini adalah metafora untuk penjaga tembok kota. Sepertinya tugas yang remeh, namun peran ini sangat vital, penentu nasib seluruh warga kota. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang akan terjadi :
  1. Jika sangkakala sudah ditiup tapi penduduk tidak menggubrisnya; maka kalau sampai diserbu, yang salah adalah penduduk tersebut.
  2. Jika penjaga yang lalai dan lemah; maka kalau sampai diserbu, yang salah adalah penjaga tembok kota. Ini menggambarkan Yehezkiel
Yang dijaga adalah jiwa orang Israel. Ketika Tuhan berfirman mereka pasti akan mati, tugas Yehezkiel menjaganya agar mereka tidak mengalami hukuman Tuhan. Jika sudah diperingati tapi mereka tidak menggubris, maka merekalah yang salah. Karena Yehezkiel bisu maka ia menyampaikannya secara simbolis. Contoh:
  • Simbol pengepungan kota oleh Babel: batu bata
  • Simbol kelaparan yang melanda Yerusalem: roti jelai bundar yang dipanggang dengan kotoran manusia yang sudah kering.
  • Mencukur rambut dan jenggotnya, rambut ditimbang; 1/3 dibakar, 1/3 ditetak dengan pisau, 1/3 dihamburkan: bagaimana peristiwa penyerbuan Babel akan membuat penduduk Yerusalem mati terbakar, terbunuh oleh pedang, dan yang selamat akan tercerai-berai.
  • Pasal 24 berbicara tentang kematian istri Yehezkiel: bagaimana Israel sebagai kekasih Tuhan akan direbut darinya.
Tuhan mau supaya mereka bertobat, ini adalah isi hati Tuhan. Tugas ini adalah panggilan untuk kita orang percaya masa kini. Jika ada saudara seiman berdosa janganlah dibiarkan. Setiap orang butuh diberi kesempatan untuk mendengar berita pertobatan disampaikan. Prinsip panggilan Yehezkiel: jangan berkompromi terhadap dosa, tegurlah dengan bijak jika ada saudara seiman berbuat dosa; ini sesuai dengan tanggung jawab kita sebagai penjaga sesama. Adalah tugas kita menyatakan kebenaran dan memberi kesempatan agar kebenaran mengoreksi hidupnya.
Menjadi penjaga memerlukan perjuangan untuk tidak menyerah. Perlu kesadaran dan tanggung jawab penuh. Pertanyaannya adalah seberapa seriuskah kita menjadi penjaga? Seringkali kita tak acuh, seperti halnya Kain yang berkata, "Apakah aku penjaga adikku?"
Di kala seseorang berbuat dosa, seringkali temannya hanya membicarakannya di belakang dengan teman lainnya namun tak pernah menegurnya. Sehingga pada akhirnya orang itu dinyatakan bersalah dan mendapat konsekuensi atas dosanya itu; hal ini menunjukkan bahwa teman si berdosa itu adalah penjaga sesama yang lengah dan lalai, memilih tetap pada zona aman supaya tidak terjadi konflik. Dalam hal ini temannya ikut bersalah atas apa yang terjadi. Panggilan menjadi penjaga adalah tidak boleh lengah dan tetap pada zona amannya.
Isi hati Tuhan yang tidak mau satu pun orang fasik binasa karena tidak bertobat, haruslah kita tangkap menjadi satu tugas istimewa bagi kita.
Tuhan sayang pada anak-Nya maka dipanggilnya saudara seiman untuk menjadi penjaga. Tuhan tidak mau manusia jatuh dalam dosa, tapi memberikan peringatan dan kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
 

(Disarikan oleh Lislianty Lahmudin)

Yehezkiel 33:1-11

 

33:1   Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

33:2
 
"Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya

33:3
 
dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,

33:4
 
kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

33:5
 
Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya.

33:6
 
Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.

33:7
 
Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

33:8
 
Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

33:9
 
Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

33:10
 
Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup?

33:11
 
Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017