• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Stefanus Theophilus

Minggu,14 Mei 2017

Firman Tuhan dalam ibadah Parents’ Day ini diawali dengan menyaksikan cuplikan sebuah video film Kristen berjudul Courageous. Adegan film itu dibuka dengan adegan seorang pria yang sedang mengisi bahan bakar mobilnya, namun dia lengah sesaat dan tanpa diduganya seorang penjahat melarikan mobilnya. Pria ini berusaha segenap tenaga mengejar dan menghentikan mobil tersebut dengan bergantungan di tepi mobil sehingga akhirnya mobil tersebut terpaksa berhenti karena keluar jalur dan menabrak sebuah pohon. Penjahat tersebut bergegas lari dan beberapa pengendara mobil lain turun dan berusaha menolong pria ini serta menenangkannya dan berkata tidak perlu mengkhawatirkan keadaan mobilnya. Namun tanpa mengindahkannya, pria ini bergegas membuka pintu belakang mobil, sehingga diketahui bahwa sumber kekhawatirannya sebenarnya adalah anaknya yang tengah menangis di kursi belakang. Keberanian yang ditunjukkan pria ini adalah keberanian yang juga akan ditunjukkan ayah lain ketika anaknya berada dalam bahaya.
Hubungan batin antara orang tua dan anak adalah sebuah ikatan yang tidak dapat dijelaskan dan merupakan ikatan misteri yang Allah berikan. Hubungan batin ini dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:
  1. Hubungan karena darah dan daging, atau
  2. Hubungan yang cukup lama.
Alasan kedua inilah yang akan dieksplorasi lebih lanjut.
Kasih timbul karena adanya kedekatan dan kedekatan timbul dari komunikasi yang baik. Dalam Matius 11, Tuhan Yesus berfirman, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,” namun terjemahan kata ”Kupasang” kuranglah tepat karena dalam bahasa aslinya memakai kata sogun mu yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan take my yoke yang mengindikasikan ‘kuk Aku’. Jadi Tuhan bukan hanya sekadar memakaikan kuk pada kita, namun kita memakai kuk milik-Nya (yang dipakai-Nya).
Kuk adalah sebuah alat berbentuk dua lengkungan yang dipakaikan pada leher sapi dengan tujuan agar kedua sapi bergerak bersama. Biasanya kuk juga dipakai untuk melatih sapi baru yang dipasangkan dengan sapi yang lebih tua. Misalnya ketika kita mengarahkan sapi berbelok ke kiri, maka sapi lama yang sudah mengerti, akan berbelok dan menarik sapi baru ikut berbelok ke kiri karena kedua sapi tersebut terhubung dengan kuk yang sama. Melalui cara ini, maka sapi baru tersebut dapat belajar dari sapi yang tua.
Ayat 29 ini menunjukkan keinginan Tuhan Yesus yang juga ingin mengajar kita dengan memakaikan kuk yang sama dengan yang dipakai-Nya agar kita belajar pada-Nya. Bukan hanya sekadar belajar pengetahuan seperti dari membaca buku-buku rohani namun melalui waktu yang kita habiskan bersama-sama dengan Dia. Sebagaimana contoh yang Dia tunjukkan, Tuhan juga mau supaya hubungan orang tua dan anak didasarkan pada kualitas waktu. Namun kualitas waktu tentu tidak dapat dilepaskan dari kuantitas waktu yang kita habiskan bersama. Orang tua dapat mengajar anak dan membangun hubungan melalui pelukan orang tua pada anak, dan sebaliknya juga, anak baru dapat belajar dari orang tua jika memberikan dirinya dipeluk oleh orang tua.
Dalam tayangan video berikutnya, digambarkan hubungan seorang anak yang diejek di sekolah karena ayahnya yang bisu dan tuli sehingga anak ini mengalami tekanan yang berakibat pada pertengkaran dengan ayahnya. Dalam adegan berikutnya digambarkan bagaimana anak perempuan remaja ini akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan sang ayah rela mengorbankan apa pun untuk keselamatan anaknya. Melihat tayangan ini sekilas, tentu impresi yang kita dapat adalah betapa kurang ajarnya anak yang tidak dapat menerima keadaan orang tuanya ini. Namun dari sudut pandang si anak, dia juga merasa perlu dimengerti karena beban yang ditanggungnya ini. Tayangan ini mengingatkan kita bahwa hubungan yang harmonis tidak dapat diwujudkan hanya dari satu pihak. Orang tua maupun anak harus saling memahami perasaan satu dengan yang lain.
Inilah teladan yang ingin Tuhan Yesus tunjukkan dengan datang ke dalam dunia. Sebenarnya tanpa datang ke dalam dunia, sebagai Allah yang Mahatahu, Dia dapat memahami dan mengerti kita dengan baik. Namun kedatangannya menunjukkan Dia ingin kita tahu bahwa Dia pun datang mendekati kita.
Zaman ini adalah sebuah zaman yang berbeda dari masa ketika orang tua tumbuh. Kondisi yang dihadapi anak zaman sekarang jauh lebih mengerikan. Pada zaman dulu, untuk menyaksikan video porno misalnya, harus sembunyi-sembunyi pergi membeli film sebelum kemudian dapat menontonnya. Namun pada masa kini, dengan akses informasi yang begitu mudah didapat, tanpa keluar kamar, anak seakan telah ‘didatangi’ oleh sajian film porno tersebut. Jika kita sebagai orang tua dalam situasi di mana kita mendapati anak kita menonton tayangan tidak benar, apakah kita semata hanya dapat memarahi mereka? Atau justru kita mau duduk mendengarkan mereka yang sedang menghadapi pergumulannya dan mendampingi mereka untuk memenangkannya?
Sebuah survei menyatakan bahwa 97 persen anak remaja pernah menonton video berkonten pornografi. Apa yang dapat kita lakukan dalam menghadapi realitas ini? Kita harus mendampingi mereka dalam satu kuk yang sama untuk melampaui pergumulan ini. Namun kekuatan kita terbatas sehingga kita perlu bersandar pada Tuhan dan bergantung pada-Nya. Kita juga harus tinggal dalam kuk yang sama dengan Tuhan Yesus dan belajar pada-Nya, barulah kemudian kita mampu menolong anak-anak kita. Ketergantungan kita pada Tuhan akan menguatkan kita untuk menguatkan anak-anak kita. Warisan terbesar yang bisa orang tua tinggalkan pada anak-anaknya bukanlah harta kekayaan namun bagaimana pentingnya ketergantungan kita pada Tuhan dan hidup dalam pimpinan-Nya.
 

(Disarikan oleh Meirika)

Matius 11:28-30


11:28
 
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

11:29
 
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

11:30
 
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017