• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Joni Sugicahyono

Minggu,7 Mei 2017

Pada waktu Allah memanggil Abraham (Kejadian 12), Allah melihat tidak ada manusia yang setara dengannya. Dalam Yesaya 51:2 ketika Abraham seorang diri; Allah memilih, memanggil, dan memberkati Abraham karena iman percaya Abraham berbeda; ia tidak menjalankan politeisme (menyembah banyak dewa/ilah), tidak ikut arus zamannya yang berdosa yang menghujat Allah. Di saat dunia begitu penuh dengan kebohongan, kemunafikan, orang berlomba memperkaya diri sendiri, mengumbar hawa nafsu … apakah kita berani berbeda? Apakah Tuhan melihat kita seorang diri berbeda?
Ada legenda Yahudi dalam kitab Midras, menceritakan ayah Abraham (Tera) menjual patung untuk disembah. Ia kaya raya karena penjualan patung itu. Suatu hari saat ayahnya pergi, Abraham mendorong patung tersebut sampai jatuh pecah berantakan. Tera pun memanggil Abraham dan bertanya siapa yang merobohkan patung-patung ini? Abraham menjawab bahwa patung-patung itu saling berkelahi sampai akhirnya jatuh dan pecah berantakan. Ayahnya tidak percaya, mana mungkin patung bisa hidup berkelahi, demikian ia berkata kepada Abraham. Dengan tenang Abraham berkata, “Kalau Papa tahu patung itu tidak bisa bergerak dan hidup, mengapa dijual untuk disembah oleh orang-orang? Patung bukanlah Allah. Allah yang sejati itu hidup.” Iman Abraham yang begitu teguh mempengaruhi Tera ayahnya; hingga di kemudian hari Tera pun pergi mengikuti Abraham. Abraham menjadi berkat bagi orang sezamannya, zaman sesudahnya, dan generasi sebelumnya. Jika kita mempunyai iman yang teguh, kita akan menjadi berkat juga.
Kesimpulan dari Yohanes 8:56–59: Iman sejati adalah iman yang menuju pada Kristus, ini termasuk orang yang hidup zaman Perjanjian Lama. Abraham disebut bapa orang beriman karena imannya menuju pada Kristus. Ayat 56, “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.” Ia mempunyai sukacita sebelum memperoleh sesuatu, karena imannya hidup, dinamis, dan akurat. Abraham menunggu janji Allah dengan sukacita, sabar, dan tenang. Iman sejati melihat dengan mata jasmani dan mata rohani; dimana akan memperoleh segala sesuatu yang dijanjikan Allah, dan janji Allah tidak akan mengecewakan. Yesus mengatakan Abraham yang melihat Aku (melihat hari-Ku), bukan Yesus yang melihat Abraham. Hanya Yesus yang mengatakan hal ini.
Ibrani 11 berbicara tentang tokoh iman; ayat 8–19 berbicara tentang iman Abraham. Ayat 13 intinya: Orang percaya digambarkan sebagai musafir yang lama menantikan sampai napas berakhir tapi belum memperoleh janji itu. Apakah sia-sia? Tidak. Alkitab mengatakan mereka sudah melihat dan melambai dari jauh, sudah yakin pasti memperolehnya–beriman (berani memegang janji Tuhan; melampaui proses waktu). Walaupun jasmani tidak mengalaminya, tapi mata rohani sudah melihat janji Tuhan pasti menjadi milikku. Kerohanian seseorang diukur berdasarkan luasnya wawasan iman percayanya. Jika pandangan imannya teguh, tidak kompromi; maka ia sudah melihat dengan rohnya apa yang orang lain tak lihat.
Dalam Roma 4:17–18, ada dua alasan ketika berbicara tentang iman Abraham:
Abraham percaya kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi (the Creating God) dan yang membangkitkan orang mati (the Redemption God). Monoteisme tidak menggambarkan seorang Kristen, karena agama secara umum bahkan setan pun percaya Allah pencipta. Saat orang percaya pada Allah pencipta, penebus, dan percaya pada Allah yang mengampuni dosa dan memberi hidup baru di dalam Kristus; barulah ia dikatakan orang Kristen. Abraham adalah orang Kristen, beriman pada Kristus.
Dari mana kita tahu iman Abraham? Dari perbuatan Abraham:

1.

Buktinya saat ia mendengar istrinya akan melahirkan. Walaupun Sara tidak percaya, namun ia tetap melahirkan. Tidaklah sepenuhnya benar kalau ada yang mengatakan jika kamu beriman maka akan sembuh, kalau kamu tidak sembuh itu karena kamu kurang beriman. Kedaulatan Allah itu mutlak, tidak bergantung pada iman seseorang. Contoh lain: Naaman walaupun tidak percaya tapi tetap sembuh. Ini adalah kedaulatan Allah.

2.

Peristiwa Ishak yang akan dikorbankan. Saat Abraham mengangkat pisau untuk menyembelih Ishak, ia beriman walaupun Ishak dikorbankan tapi Allah akan membangkitkannya kembali. Iman seperti ini tidak pernah ada sampai zaman Abraham. Percaya pada Redemption God hanya ada pada orang Kristen.
Roma 4:17 inti iman Abraham kepada Yesus Kristus yang paling penting: yang pertama bicara tentang wahyu khusus–percaya pada Firman yang menjadi daging dan manusia–yang menyelamatkan; yang kedua bicara tentang Allah yang menciptakan alam semesta–wahyu umum–yang tidak menyelamatkan.
Orang Yahudi buta rohani, mereka mendengar dan memahaminya salah. Orang yang rohani maka fokusnya adalah firman. Mendengar jawaban orang Yahudi, Yesus menjawab (ayat 58): Sebelum Abraham ada, Aku ada. Dalam terjemahan bahasa Inggris “before Abraham was I am” menunjukkan Abraham dulu pernah ada tapi sekarang sudah tidak ada. Kata “I am” (bentuk present): Kristus; Yesus tidak dibatasi waktu (timeless) namun melampaui waktu. Ini menunjukkan nama Tuhan Allah sendiri .… Keluaran 3:14 Allah berkata kepada Musa, “I am that I am.” Artinya Aku adalah Aku; tidak berubah, tidak tergeser oleh proses waktu, yang kekal. Ini artinya His Life is God’s Life, kehidupan Kristus adalah kehidupan Allah yang kekal. Ibrani 13:8, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
Orang yang tidak suka kebenaran, maka Allah akan meninggalkan dia. Jika bangsa, gereja, jemaat, dan keluarga tidak mencintai kebenaran firman Tuhan; maka Allah akan meninggalkan keluarga itu. Tapi setiap orang yang mencintai kebenaran, mencintai firman maka ia akan menjadi milik Kristus. Utamakan kasih Tuhan–kasih yang kekal–karena Ia telah mati di Golgota untuk membayar lunas hutang dosa kita supaya kita memperoleh hidup kekal.
 

(Disarikan oleh Lislianty Lahmudin)

Yohanes 8:56-59


8:56
 
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."

8:57
 
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"

8:58
 
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

8:59
 
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Ibrani 11:11-19


11:11
 
Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12
 
Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13
 
Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14
 
Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15
 
Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16
 
Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

11:17
 
Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

11:18
 
walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."

11:19
 
Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017