• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Bagus Surjantoro

Minggu, 23 April 2017

Saat Yesus terlibat percakapan panjang dengan dua orang murid yang sedang dilanda kebingungan dalam perjalanan menuju Emaus, Ia menyampaikan banyak hal yang memberikan pencerahan kepada mereka. Intinya, semua yang dialami Yesus sebenarnya telah disampaikan kepada para murid saat Ia masih bersama dengan mereka, bahwa Juru Selamat harus menderita demi menyelamatan umat manusia. Salah satu perkataan Yesus di kayu salib, “Sudah genap,” adalah seruan kemenangan. Semuanya sudah selesai, dosa dan maut sudah dikalahkan, setiap nubuatan perjanjian lama telah digenapi, karya penyelamatan telah usai dikerjakan oleh-Nya di atas kayu salib. Kemudian, yang penting bagi kita semua, Yesus menyampaikan bahwa berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. “Kamu adalah saksi dari semuanya ini.” Kita semua adalah saksi kebangkitan Kristus dan Injil keselamatan bagi segala bangsa di muka bumi.
Ada empat aspek yang penting bagi orang yang mengaku sebagai saksi Kristus:

1.

Mengerti Hati Bapa/Hati Misi.
Bila kita perhatikan Alkitab kita–sejak kejadian sampai Wahyu–semuanya berbicara tentang kasih Allah akan isi dunia. Alkitab adalah ungkapan hati Bapa yang penuh kasih kepada semua umat manusia. Misi tidak hanya ditemukan hanya dalam Matius 28:18–20 atau dalam Lukas 24 (firman Tuhan hari ini), namun dalam setiap pasal Alkitab bertaburan ungkapan kasih Allah yang begitu besar kepada manusia berdosa. Misionaris Hudson Taylor pernah berkata, ”Misi bukan opsi untuk dipertimbangkan, tapi perintah untuk ditaati.” Walaupun secara hakikat sama, ada perbedaan mendasar antara pekabaran Injil (PI) dengan misi. PI menyampaikan Kabar Baik kepada orang yang sama seperti kita, sedangkan misi menyampaikan Kabar Baik kepada orang yang sama seperti mereka. Artinya; misi menembus perbedaan suku, budaya, dan agama. Ingatlah, Yesus pernah berkata Injil harus diberitakan ke seluruh dunia, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Artinya, salah satu tugas kita adalah memberitakan Kabar Baik kepada semua suku terabaikan di Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 129 suku (termasuk suku Betawi!). Masih ada 1,7 miliar orang di muka bumi ini yang belum pernah mendengarkan pemberitaan Injil sekali pun.

2.

Hidup Dalam Pengampunan.
Mengapa sebagai saksi Kristus kita harus hidup dalam pengampunan? Karena inti dalam pemberitaan Injil adalah pertobatan dan pengampunan dosa. Dalam Matius 5:23, kita harus meninggalkan persembahan kita bila masih ada sakit hati terhadap saudara kita. Pergi berdamai dan mengampuni lebih dulu sebelum kita beribadah dan melayani Tuhan. Mengampuni adalah ciri khas saksi Kristus. Bernard Meltzer berkata, ”Ketika Anda mengampuni, Anda tidak dapat mengubah masa lalu tapi sudah pasti mengubah masa depan.” Lewis B. Smedes juga pernah menulis, ”Mengampuni adalah ibarat membebaskan tawanan, dan belakangan mengetahui bahwa tawanan itu ternyata Anda sendiri.” Bagaimana kita mengetahui bahwa kita sudah mengampuni seseorang? Bernard Meltzer selanjutnya berujar, ”Anda mengetahui bahwa pengampunan benar-benar terjadi ketika mengingat orang yang melukai Anda dan merasakan kuasa untuk mengharapkan hal yang baik bagi mereka.”

3.

Memberi.
Sejak awal pernikahannya, Pdt. Bagus bersama istri telah bertekad untuk saling menolong pasangan dalam mempersiapkan diri kala nanti menghadap Tuhan. Demikian juga saat dikaruniai tiga orang anak, mereka juga mendorong anak-anak untuk memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Laura, puti sulung mereka; kini telah berkeliling ke Mesir, Libya, Beirut, dan negara Timur Tengah lain dalam rangka mendukung pekerjaan misi. Demikian juga Victoria, anak kedua, dan Peter, putra bungsu mereka; juga aktif bergabung dengan berbagai badan misi untuk mengabarkan kabar sukacita di belahan dunia yang lain. Sebagai murid Kristus kita harus siap dalam pekerjaan misi yang Tuhan siapkan bagi setiap orang, melalui bakat dan talenta masing-masing, tanpa perlu berhitung-hitung dengan Tuhan. Ingatlah, Tuhan tidak pernah meminta sesuatu yang kita tidak miliki. Namun, saat Ia meminta, hendaklah kita siap berkorban penuh–memberi sampai merasa sakit. Charles Thomas Studd, misionaris besar yang memberikan seluruh harta warisannya untuk pekerjaan Tuhan, pernah berkata, ”Jika Yesus Kristus yang adalah Allah telah mati bagiku, maka tidak ada pengorbanan sebesar apa pun yang sebanding yang dapat kuberikan kepada-Nya.”

4.

Memikul Salib-Nya.
Salib adalah simbol dari pengorbanan dan pengampunan. Memikul salib adalah kesediaan untuk menderita bagi orang lain. Setiap orang percaya harus bersyukur dan menghitung berkat berlimpah yang telah Tuhan berikan, namun di sisi lain kita harus siap ‘membayar harga’ demi menyelamatkan jiwa manusia yang berdosa. Para murid Yesus adalah contoh nyata bagaimana mereka siap dianiaya bahkan dihukum mati demi mempertahankan iman. Hampir semua murid Yesus mati dengan cara mengenaskan saat mengabarkan berita sukacita kepada bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia. Mesipun demikian, jerih lelah mereka kini tersebar ke seluruh sudut bumi, sampai kepada kita di Indonesia. Tujuan akhir memikul salib adalah komitmen total (total commitment) dan penyerahan total (total surrender) .
 

(Disarikan oleh Anton Utomo)

Lukas 24:44–48


24:44
 
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

24:45
 
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

24:46
 
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

24:47
 
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

24:48
 
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017