• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. Joni Sugicahyono

Minggu, 16 April 2017

Berita kebangkitan adalah berita kemenangan yang terus-menerus diberitakan. Paskah adalah hari kebangkitan Tuhan Yesus. Jumat Agung adalah satu-satunya hari kematian yang adalah Good Friday. Keduanya kita rayakan, yaitu tentang kematian dan kehidupan; yang merupakan realitas hidup manusia.
Orang hidup tidak suka bicara tentang kematian. Orang mati tidak bisa lagi bicara tentang kehidupan. Kematian adalah musuh manusia yang terakhir. Manusia hidup satu kali dan akan diadili. Inilah paradoks kehidupan. Tidak ada satu pun yang bisa luput dari kematian.
Banyak agama di dunia ini mengimani tokoh agama yang berakhir dalam kubur. Seorang bapak filsafat eksistensi kehidupan, Soren Kierkegaard, pada abad 19 menyebutkan: Jika pengharapan kita hanya pada Kristus saja, maka kita adalah orang yang paling malang seandainya Kristus tidak bangkit dari kematian. Kebangkitan Kristus adalah dasar dari iman kita. Di dalam Kristus kita mempunyai pengharapan kekal.
Perbedaan Kristus dengan tokoh-tokoh agama lain di dunia ini adalah:
  1. Kristus lahir dari perawan Maria; sedangkan yang lainnya lahir dari benih seorang pria.
  2. Kematian Kristus: kubur-Nya kosong; sedangkan tokoh lain jasadnya ada dalam kubur.
Karl Barth, seorang bapak gereja melukiskan krusial hidup Kristus: The virgin whom and antitum (lahir dari perawan dan mati). Yesus bangkit menunjukkan diri-Nya sendiri bangkit, dan juga Allah Tritunggal berbagian dalam kebangkitan-Nya. Yesus adalah manusia dan Allah sejati. Mengalami penderitaan sama seperti manusia.
Manusia hidup dalam tiga masa: masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu dan masa kini dapat diketahui, tapi masa depan tak ada yang tahu. Hanyalah kepastian akan kematian. Apa artinya hidup ini? Sejak muda belajar, kerja keras, menumpuk harta dan investasi, hidup sehat; tapi tetap ujungnya kematian. Betulkah hidup itu mengumpulkan? Namun sebaliknya, hidup adalah kehilangan. Dari bayi lahir-sekolah-bekerja-menikah-punya anak-anak menikah-tua; semuanya adalah rangkaian kehilangan, sampai dengan kehilangan nyawa. Sesukses apa pun, maut menanti.
Alkitab memandang masalah hidup dan mati lebih tinggi/penting dari baik dan jahat. Semua agama dan filsafat menempuh jalan “pohon baik dan jahat”, hanya Yesus yang menempuh jalan “pohon kehidupan”.
Dalam Kejadian 2:16–17 wahyu pertama Allah bagi manusia tentang kehidupan dan kematian. Musa menulis Kitab Taurat, sebelum menyelesaikannya Musa menutup tentang kematian dan kehidupan (Ulangan 30:15–19). Dalam kitab Wahyu pasal terakhir (22) berbicara tentang kematian dan kehidupan. Jadi sejak Kejadian sampai Wahyu lebih banyak bicara tentang kehidupan dan kematian daripada kebaikan dan kejahatan. Ini adalah isi hati Tuhan.
“Gospel in Gospel” Yohanes 3:16, “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Inilah isi hati Tuhan, Yesus datang ke dunia bukan untuk menyelesaikan masalah baik dan jahat, tapi masalah kematian dan hidup manusia. Siapakah yang akan binasa? Semua orang. Karena semua orang berdosa, jadi akan mati sebagai upah atas dosa-dosanya. “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23).
Bagaimana manusia bisa menyelesaikan masalah terakhir (kematian)? Bukan dengan berbuat baik, moral etika tertinggi, atau berbagai macam tindakan. Harus Allah yang berperan dalam hal ini, yaitu dengan mengorbankan Kristus. Dan Kristus telah bangkit, sehingga kita tidak perlu takut; seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 15:58 kita harus berdiri teguh, jangan goyah, giat dalam pekerjaan Tuhan! Jangan sia-siakan hidup kita, namun minta Tuhan pakai hidupku supaya tidak sia-sia. Apa yang kita pikir dan kerjakan dikaitkan dengan pekerjaan Tuhan yang bernilai kekal. Orang yang menabur dengan air mata dalam pekerjaan Tuhan akan menuai dengan sorak-sorai …. Soli Deo Gloria!
 

(Disarikan oleh Lislianty Lahmudin)

1 Korintus 15:51–58


15:51
 
Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52
 
dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

15:53
 
Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

15:54
 
Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.

15:55
 
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

15:56
 
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

15:57
 
Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

15:58
 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017