• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
GI.Eliyani Sugicahyono

Minggu, 9 April 2017

Realitas hidup di dunia yang seolah-olah begitu marak dengan kesedihan, kesulitan, dan penderitaan. Ada empat tipe orang dalam menghadapi pergumulan dan penderitaan hidup, “4M”:
  1. Menyerah dengan penderitaan yang ada.
  2. Mencari kesalahan orang lain dan diri sendiri.
  3. Mencari jalan pintas, misalnya dengan bunuh diri. Dianggap jalan pintas adalah solusi yang terbaik.
  4. Melangkah dan berjuang hingga akhir.
Sikap seseorang dalam menghadapi kesulitan dan pergumulan hidup tidak hanya menunjukkan kematangan karakter pribadi orang tersebut namun juga kualitas iman yang dimilikinya. Di Minggu-Minggu Sengsara menjelang Paskah ini, kita harus belajar dari Pribadi Teragung yaitu Yesus Kristus. Yesus pun mengalami pergumulan dan kesedihan yang begitu dalam. Bagaimana sikap Yesus? Lukas 39:40–46 dan Matius 26:36–39.
Yesus di taman Getsemani memilih jalan ketaatan, jalan kemenangan. Jalan ketaatan adalah jalan berkat.Peristiwa Yesus di taman Getsemani dicatat di tiga Injil: gambaran betapa sedihnya Yesus, pergumulan berat Yesus, dan perasaannya yang seperti mau mati rasanya. Dalam bahasa asli dituliskan perilupos (pergumulan yang mengepung dari segala arah). Apakah dari kita juga ada yang dalam kondisi demikian tertekan oleh salah paham, pergumulan hidup, kesulitan pekerjaan, masalah kesehatan, ataukah sesuatu yang begitu berat sehingga kita mengatakan hatiku sedih sampai hampir mati rasanya. Pada saat Ayub mengalami penderitaan yang begitu berat ia berteriak, ”Kenapa aku tidak mati pada waktu lahir atau binasa waktu aku keluar dari kandungan.” Musa waktu depresi berkata, ”Jika Engkau berlaku demikian kepadaku sebaiknya Engkau membunuh aku saja.” Elia dalam kondisi stres berdoa, ”Cukuplah itu sekarang ya Tuhan ambillah nyawaku.” Yunus juga berdoa, ”Jadi sekarang ya Tuhan cabutlah sekarang nyawaku karena lebih baik aku mati daripada hidup.” Masing-masing orang punya derita sendiri yang mungkin tidak terucapkan, tapi berbeda-beda penderitaan dan pergumulan yang dihadapi namun satu hal yang sama: Kita punya Yesus teladan kita. Bagaimana Yesus di taman Getsemani memilih jalan ketaatan, jalan kemenangan. Jalan ketaatan adalah jalan berkat. Empat hal yang bisa kita renungkan dari kata “TAAT”, sehingga kita bisa seperti Tuhan– teladan kita.
  1. T: Tekun berdoa.
    Lukas 22:39 dituliskan kalimat “Sebagaimana biasa Yesus pergi ke Bukit Zaitun”. Dan di Injil lain disebut Taman Getsemani. Tempat ini sama karena Taman Getsemani terletak di bukit Zaitun. Lukas 21:37 memuat kebiasaan Yesus. Siang hari Ia mengajar di Bait Allah dan malam hari Ia pergi ke Bukit Zaitun. Termasuk di hari ketika Yudas akan mengkhianati Ia, Yesus datang untuk berdoa bukan untuk melarikan diri. Di tengah tekanan dan kegelisahan yang begitu besar, Yesus datang ke Getsemani untuk berdoa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau meneladani Ia? Kita tidak boleh menyerah, tapi kita harus belajar memilih jalan ketaatan dengan tekun berdoa pada Tuhan. Ia sujud dan berdoa (Markus 14:35). Tradisi Yahudi, jika orang berdoa dengan merebahkan diri ke tanah, menunjukkan derita yang luar biasa.
  2. A: Antara kehendak Bapa dan kehendakku.
    Matius 26:42 Yesus berdoa sampai kedua kalinya hal yang sama. Ia menyerah pada kehendak Bapa yang terjadi. Bukan menunjukkan perbedaan kehendak Bapa dan Anak; tapi menunjukkan dengan pergumulan yang berat, Yesus takluk tunduk taat secara total pada Bapanya. Inti kemenangan iman: Jika kita menerima kehendak Tuhan apa pun dalam hidup kita. Mudah untuk berkata, jadilah kehendak-Mu jika itu sesuai apa keinginan kita, tapi akan jadi masalah besar jika kehendak Tuhan jauh berbeda dengan keinginan kita. Seperti pasangan suami istri yang berdoa minta anak laki-laki, namun sampai delapan kali kehamilan yang lahir adalah anak perempuan. Begitu sesak, ketika apa yang diberikan Tuhan sangat berbeda dengan keinginan kita. Bagaimana dengan kita, apakah mau taat seperti Yesus minum cawan pahit. Orang yang kuat bukanlah orang yang sanggup mengangkat dan memikul gunung di atas bahunya, tapi orang yang bersedia melepaskan keinginannya dan berkata, ”Jadilah kehendak Tuhan.”
  3. A: Ada kekuatan ditengah kelemahan.
    Ada permata di dalam air mata. Ayat 43, seorang malaikat menampakkan diri pada-Nya dan memberikan kelegaan pada-Nya. Ketika Yesus ada dalam ketakutan yang mendalam, seorang malaikat memberikan kekuatan, bukan untuk melepaskan Dia dari kesengsaraan. Orang yang memilih jalan taat pada kehendak Bapa, ia akan mendapat pertolongan tepat pada waktunya. Jikalau dalam pergumulan dan kepedihan yang kita alami kita merasa tertekan, percayalah Tuhan akan memberikan pertolongan-Nya dan kekuatan-Nya tepat pada waktunya.
  4. T: Tangguh menghadapi tantangan.
    Sikap Yesus untuk tekun berdoa di saat tantangan ada di depan, namun para murid malah tertidur dan akhirnya lari ketakutan ketika tantangan itu hadir. Pada saat kita memilih taat pada Tuhan, memilih untuk tekun berdoa dan rela mengikut kehendak Tuhan, maka kita akan diberikan ketangguhan untuk menyongsong tantangan.
Dalam satu buku dikisahkan ada seorang yang menderita kanker telinga bernama Don. Dokter ‘memvonis’ dia dan berkata bahwa dia susah disembuhkan . Ia pulang dan masuk kamar berdoa, ia berpegang pada ayat dalam Roma 8:28. Ia mohon kesembuhan pada Tuhan, tapi ia berkata jika Tuhan bisa mendapat sesuatu yang lebih baik untuk kemuliaan Tuhan dengan kankernya maka ia memilih untuk tidak sembuh. Sampai akhir hidupnya ia tidak disembuhkan namun ia diberikan kekuatan yang luar biasa dari Tuhan. Ia memenangkan banyak orang di rumah sakit, membuat orang-orang mengenal Tuhan di Amerika Selatan.
Orang yang taat adalah orang yang tangguh menghadapi penderitaan, ia tidak lari dari penderitaan, tidak mencari kesalahan orang atau dirinya sendiri,ia tidak mengambil jalan pintas; namun terus berjuang sampai akhir, karena ada kekuatan Ilahi yang Tuhan Allah berikan. Di minggu menjelang Paskah marilah kita jadi anak Tuhan yang memilih taat; jalan ketaatan adalah jalan kemenangan dan berkat.
 

(Disarikan oleh Lily Ekawati)

Lukas 22:40-46

 

22:40
 
Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

22:41
 
Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:

22:42
 
"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

22:43
 
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

22:44
 
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

22:45
 
Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.

22:46
 
Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Matius 26:36-39

 

26:36
 
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."

26:37
 
Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,

26:38
 
lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."

26:39
 
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017