• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Ev. Surif

Minggu, 5 April 2017

Bagaimana teologi yang menjadi landasan doa kita ketika ingin minta kesembuhan bagi orang yang sakit? Tuhan Yesus dalam Matius 7:7–11 mengajarkan tentang doa yang sudah sering kita dengar, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Firman Tuhan ini dimulai dengan janji bahwa kalau kamu meminta maka akan diberikan, kalau kamu mencari maka akan mendapat, dan kalau kamu mengetok maka bagimu pintu akan dibukakan. Ini adalah janji Tuhan.
Kita semua mengerti bahwa doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Kita datang dan berbicara dengan Tuhan. Ketika ada masalah kita datang kepada Dia, ketika tidak ada masalah pun seharusnya kita tetap datang kepada-Nya. Dan Tuhan yang penuh kasih berjanji untuk menjawab.
Apakah kita mengalami hal ini? Apakah selalu doa kita terjawab? Kita senang kalau mendengar kesaksian doa orang yang sakit doanya dijawab oleh Tuhan dengan diberi kesembuhan. Tetapi ada juga orang yang beranggapan bahwa penyakit itu disebabkan karena dosa, padahal tidak selalu demikian; misalnya Ayub kita tahu bahwa penyakitnya bukan disebabkan oleh dosa, tetapi oleh karena ujian yang diizinkan Tuhan. Oleh karena itu kita tidak boleh menghakimi orang lain.
Sering orang memegang ayat-ayat seperti ini secara literasi, padahal kadang kita perlu melihat firman Tuhan secara kontekstual. Apakah ada orangtua yang memberikan yang buruk untuk anak-anaknya? Ternyata orangtua yang normal tentu akan memberikan hanya yang hal yang terbaik bagi anak-anaknya. Maka firman Tuhan mengatakan, “Jika kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anak-anaknya, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Ketika kita berdoa untuk sesuatu, kadang kita mengira bahwa bagi kita itu baik, mungkin tentang sekolah anak, bisnis, dan lain-lain. Tetapi belum tentu bagi Allah. Kadang-kadang kalau jemaat menjadi semakin kaya, sebenarnya kita turut merasa senang; tetapi banyak orang ketika bisnisnya berkembang, menjadi terlalu sibuk dan menjadi jarang ke gereja, dia hanya datang lagi kalau bisnisnya ada masalah. Betapa menyedihkan.
Kalau boleh jujur, tanpa kita sadari kita tidak benar-benar selalu memberikan yang terbaik buat anak-anak kita. Kita adalah orangtua yang tidak sempurna, sehingga pillihan kita mungkin salah. Namun tidak demikian bagi Allah. Dia adalah Bapa yang mengerti apa yang terbaik, dan Dia selalu rindu untuk memberi yang terbaik bagi anak-anakNya. Bahkan Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal sudah diberikan untuk mati bagi kita, supaya dosa-dosa kita ditebus. Betapa Dia sangat mengasihi kita!
Matius 7:7–11 ini adalah perkataan Tuhan Yesus yang sangat luar biasa, Dia memberikan dorongan supaya kita berdoa. Dia bukan Tuhan yang pelit atau suka menunda-nunda. Karena itu berdoalah! Seperti orangtua yang rindu mendengar anaknya berbicara, Tuhan pun rindu mendengarkan doa-doa kita. Tetapi mungkin Tuhan ‘was-was’ kalau mengabulkan doa kita, apakah yang Dia berikan akan membuat kita semakin baik atau tidak. Sama seperti kita ketika memberikan hadiah kepada anak-anak kita, mungkin kita akan was-was apakah pemberian tersebut akan dirawat dengan baik atau tidak. Oleh karena itu, kalau kita dapat dipercaya oleh Dia, kalau Tuhan bisa mempercayai kita maka mungkin Dia akan memberikan apa yang kita doakan.
Ketika ada jemaat yang sakit, kita perlu mendoakan; sebab mungkin ketika dalam kesakitan, orang sulit berdoa, jadi kita perlu berdoa untuk mereka. Tuhan rindu ketika ada orang yang sakit datang kepada-Nya. Dia rindu anak-anakNya datang kepada-Nya Berdoa bagi orang yang sakit adalah yang diinginkan-Nya, supaya orang datang kepada-Nya.
Dalam Yakobus 5:13–18; dikatakan kalau ada yang menderita, baiklah berdoa; kalau ada yang bergembira, baiklah ia menyanyi. Lalu dilanjutkan dengan kalimat, “Kalau ada yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia.” Jadi salah satu tugas penatua adalah untuk mendoakan orang yang sakit. Para penatua ini tidak sendirian, tetapi dia mungkin mewakili gereja, untuk mendoakan orang yang sakit tersebut. Ketika dianjurkan untuk mengolesi minyak, sebenarnya dalam hal ini adalah obat, jadi bukanlah jimat, dan yang penting kita lakukan semuanya itu di dalam nama Yesus. Waktu Tuhan Yesus hidup di dunia ini, Dia banyak menyembuhkan orang. Tetapi, setelah Dia kembali ke surga, maka nama-Nya pun tetap berkuasa. Ketika ada yang sakit, kita berdoa dalam nama Yesus sebab kita rindu Dia berkarya memberi kesembuhan.
Inti dari pengajaran ini:
  1. Ada hal-hal yang Tuhan izinkan terjadi di dalam gereja berupa kesulitan, sebenarnya dimaksudkan supaya jemaat mengalami kuasa Tuhan.
  2. Doa yang lahir dari iman akan menyembuhkan orang sakit itu. Jika ia berbuat dosa, maka dia akan diampuni. Karena itu dianjurkan supaya kita saling mengaku dosa, dan saling mendoakan. Sakit dan berdosa tidak selalu ekuivalen; memang ada orang yang sakit karena karena dosa, ada yang stres karena dosa. Kita tidak perlu menghakimi setiap orang yang sakit. Tetapi ketika sakit, orang menjadi punya waktu berefleksi apakah kita berdosa atau tidak. Apakah selama ini kita mempunyai hubungan yang dalam dengan Tuhan atau tidak? Sebab mungkin sewaktu kita sibuk kita menjadi kurang reflektif. Jadi mungkin bukan hanya jasmani kita yang sakit tetapi juga rohani kita.
  3. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Jelas sekali: siapa yang berdoa, itu juga sangat penting. Tuhan merindukan seorang yang hidup benar. Elia sama seperti kita manusia tetapi dia berdoa dengan iman kepada Allah, dan Dia mengabulkan doanya. Tuhan Yesus juga mengajarkan agar jangan berdoa bertele-tele. Tuhan sudah tahu siapa kita. Yang Dia anggap penting bukanlah keindahan kata-kata kita. Sebab mata Allah tertuju kepada orang yang bersungguh-sungguh hati di dalam berdoa kepada-Nya.
 
 

(Disarikan oleh Elasa Noviani)

...

 

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017