• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 

Pembicara:
Pdt. David Tjioe

Minggu, 19 Maret 2017

Kita semua dipanggil dari semula sebagai murid Yesus. Menjadi murid Yesus adalah hidup seperti Yesus hidup. Ini adalah hal yang sangat serius. Kalau kita sudah dipanggil; kita harus merespons sehingga kehidupan kita bisa matching/sesuai dengan jalur murid Yesus, siap untuk menata dan mengubah cara hidup kita untuk bisa jadi murid Yesus.
Bagaimana kita tahu bahwa kita dipanggil? Roma 8:29, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga yang ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Semua dan setiap yang dimaksud ayat itu adalah kita. Pada saat dunia belum dijadikan pun Tuhan sudah memilih kita untuk menjadi murid-muridNya. Setiap orang diberi iman, tetapi iman menjadi efektif kalau merespons Tuhan yang memberi iman.
Pada waktu Tuhan menciptakan Adam dan Hawa; Tuhan menghembuskan Roh Allah kepada Adam, dan memberikan kebebasan untuk memilih semua pohon kecuali pohon yang di tengah tersebut. Adam tidak merespons kepada Tuhan namun ia merespons terhadap bisikan Iblis. Oleh karena itu kita harus bisa memakai iman, merespons terhadap Tuhan yang memberi iman. Pada saat kita bisa merespons iman itu pun adalah anugerah. Jika kita tidak meresponsnya maka akan menjadi fatal.
Roma 8:30, “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Serupa dengan gambaran Anak-Nya, ditetapkan supaya persis sama dengan Anak-Nya. Percaya dan beriman pada Yesus artinya kita menerima Dia di dalam hati kita: menjadi murid Yesus, hidup seperti Yesus hidup. Dengan kesadaran terus menerus dalam setiap keadaan kita menyerahkan diri supaya dipenuhi oleh Yesus Kristus. Paulus berkata, ”Namun aku hidup, bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20).
Yesus datang untuk melakukan kehendak Bapa. Apakah kehendak Bapa? Ia mau setiap manusia diselamatkan, karena semua manusia di bawah kolong langit diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya. Penyelamatannya dengan satu cara, memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di atas kayu salib menggantikan kita. Oleh sebab itu kita hanya bisa beriman pada Tuhan Yesus. Tidak ada Tuhan yang lain selain Yesus Kristus. Kita diciptakan untuk hanya satu tujuan yang jelas: hidup sebagai murid, hidup seperti Yesus hidup. Tinggalkan cara pola pikiran yang lama; ganti dengan cara pikir Yesus, dan hidup sesuai kehendak Yesus. Bagaimana caranya? Harus melatih diri terus menerus. Bertumbuh tiap hari. Oleh Roh Kudus yang ada dalam diri kita; kita dibentuk untuk makin tertarik pada Yesus, dan mengubah karakter kita menjadi karakter yang baru.
Kalau kita mau menyerahkan diri kita sepenuhnya, pasti kita bisa berubah mirip seperti Yesus. Karena Roh Kudus yang ada dalam kita tidak terbatas untuk melakukan banyak hal. Kalau sampai kita sendiri yang tidak bisa melakukan artinya kita sendiri yang menjadi batu sandungan bagi diri kita sendiri. Bagi murid Yesus yang efektif, tidak ada satu hal pun yang tidak dapat kita lakukan. Dalam perjalanan hidup kita sebagai murid Yesus, akan banyak ketemu orang yang membenci Yesus tapi hendaknya kita menjadi murid Yesus yang memberikan contoh dalam sikap hidup kita sehari-hari. Standar umum dunia adalah mata ganti mata, gigi ganti gigi. Tapi standar sebagai murid Yesus adalah ketika kita ditampar pipi kanan bahkan pipi kiri pun diberikan.
Menjadi murid Yesus berarti siap berkorban, apa pun harganya. Tujuannya supaya kita makin sempurna seperti Yesus. Hingga akhirnya semua bisa melihat cinta kasih Yesus memancar keluar dari diri kita sebagai murid Kristus.
 

(Disarikan oleh Lily Ekawati)

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017