• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kebesaran Allah Yang Tidak Tertandingi

Selasa, 6 Juni 2017

Allah melanjutkan teguran-Nya kepada Ayub atas kelancangan Ayub menantang Allah. Dalam teguran-Nya, Allah memperingatkan Ayub agar jangan meragukan keadilan Allah, kecuali kalau ia memiliki kekuatan yang setara dengan Allah (40:1-9). Untuk menunjukkan kekuatan-Nya, Allah memberi contoh bagaimana Ia menciptakan dan menaklukkan dua binatang yang dianggap paling kuat dan besar, yakni kuda Nil dan buaya. Allah menggambarkan kekuatan kuda Nil dalam bahasa puisi berikut, “Ia merenggangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan. Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi” (40:12-13). Ia digambarkan teguh tak tergoyahkan menghadapi aliran sungai yang deras, sehingga tidak mungkin ada yang mampu menangkapnya (40:18-19). Sedangkan tentang buaya, Allah menggambarkannya sebagai binatang yang sangat ditakuti oleh manusia: “Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan. Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seliti atau lembing” (41:16-17). Namun, bagi Allah, kedua binatang tersebut adalah ciptaan-Nya yang dengan gampang ditaklukkan-Nya.
Ucapan Allah menyadarkan Ayub akan betapa kecilnya diri Ayub di hadapan hikmat dan kuasa Allah. Kesadaran ini membuat Ayub takjub kepada Allah dan menarik semua ucapannya yang secara lancang menantang Allah (42:5-6). Pengalaman Ayub mengajar kita untuk mengarahkan pandangan kita kepada hikmat dan kebesaran Allah setiap kali kita menghadapi kesulitan. Dengan mengandalkan Allah, kita bisa meyakini bahwa kita akan mampu mengalahkan segala tantangan kehidupan. [TF]
 
Ayub 42:5-6

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

 

Ayub 40


40:1
 
(39-34) Maka jawab TUHAN kepada Ayub:

40:2
 
(39-35) "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!"

40:3
 
(39-36) Maka jawab Ayub kepada TUHAN:

40:4
 
(39-37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.

40:5
 
(39-38) Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan."

40:6
 
(40-1) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

40:7
 
(40-2) "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku.

40:8
 
(40-3) Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

40:9
 
(40-4) Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?

40:10
 
(40-5) Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak!

40:11
 
(40-6) Luapkanlah marahmu yang bergelora; amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia!

40:12
 
(40-7) Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya!

40:13
 
(40-8) Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi.

40:14
 
(40-9) Maka Akupun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan."

40:15
 
(40-10) "Perhatikanlah kuda Nil, yang telah Kubuat seperti juga engkau. Ia makan rumput seperti lembu.

40:16
 
(40-11) Perhatikanlah tenaga di pinggangnya, kekuatan pada urat-urat perutnya!

40:17
 
(40-12) Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan.

40:18
 
(40-13) Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi.

40:19
 
(40-14) Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang;

40:20
 
(40-15) ya, bukit-bukit mengeluarkan hasil baginya, di mana binatang-binatang liar bermain-main.

40:21
 
(40-16) Di bawah tumbuhan teratai ia menderum, tersembunyi dalam gelagah dan paya.

40:22
 
(40-17) Tumbuhan-tumbuhan teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya, pohon-pohon gandarusa mengelilinginya.

40:23
 
(40-18) Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.

40:24
 
(40-19) Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?"
 

Ayub 41


41:1
 
(40-20) "Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?

41:2
 
(40-21) Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?

41:3
 
(40-22) Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?

41:4
 
(40-23) Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?

41:5
 
(40-24) Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?

41:6
 
(40-25) Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?

41:7
 
(40-26) Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?

41:8
 
(40-27) Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi!

41:9
 
(40-28) Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.

41:10
 
(41-1) Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?

41:11
 
(41-2) Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku.

41:12
 
(41-3) Aku tidak akan berdiam diri tentang anggota-anggota badannya, tentang keperkasaannya dan perawakannya yang tampan.

41:13
 
(41-4) Siapakah dapat menyingkapkan pakaian luarnya? Baju zirahnya yang berlapis dua, siapakah dapat menembusnya?

41:14
 
(41-5) Siapa dapat membuka pintu moncongnya? Di sekeliling giginya ada kengerian.

41:15
 
(41-6) Punggungnya adalah perisai-perisai yang bersusun, terlekat rapat seperti meterai.

41:16
 
(41-7) Rapat hubungannya yang satu dengan yang lain, sehingga angin tidak dapat masuk;

41:17
 
(41-8) yang satu melekat pada yang lain, bertautan tak terceraikan lagi.

41:18
 
(41-9) Bersinnya menyinarkan cahaya, matanya laksana merekahnya fajar.

41:19
 
(41-10) Dari dalam mulutnya keluar suluh, dan berpancaran bunga api.

41:20
 
(41-11) Dari dalam lubang hidungnya mengepul uap bagaikan dari dalam belanga yang mendidih dan menggelegak isinya.

41:21
 
(41-12) Nafasnya menyalakan bara, dan nyala api keluar dari dalam mulutnya.

41:22
 
(41-13) Di dalam tengkuknya ada kekuatan; ketakutan berlompatan di hadapannya.

41:23
 
(41-14) Daging gelambirnya berlekatan, melekat padanya, tidak tergerak.

41:24
 
(41-15) Hatinya keras seperti batu, keras seperti batu kilangan bawah.

41:25
 
(41-16) Bila ia bangkit, maka semua yang berkuasa menjadi gentar, menjadi bingung karena ketakutan.

41:26
 
(41-17) Bila ia diserang dengan pedang, ia tidak mempan, demikian juga dengan tombak, seligi atau lembing.

41:27
 
(41-18) Besi dirasanya seperti jerami, tembaga seperti kayu lapuk.

41:28
 
(41-19) Anak panah tidak dapat menghalau dia, batu umban seolah-olah berubah padanya menjadi jerami.

41:29
 
(41-20) Gada dianggapnya jerami dan ia menertawakan desingan lembing.

41:30
 
(41-21) Pada bagian bawahnya ada tembikar yang runcing; ia membujur di atas lumpur seperti pengeretan pengirik.

41:31
 
(41-22) Lubuk dibuatnya berbual-bual seperti periuk, laut dijadikannya tempat memasak campuran rempah-rempah.

41:32
 
(41-23) Ia meninggalkan jejak yang bercahaya, sehingga samudera raya disangka orang rambut putih.

41:33
 
(41-24) Tidak ada taranya di atas bumi; itulah makhluk yang tidak mengenal takut.

41:34
 
(41-25) Segala yang tinggi takut kepadanya; ia adalah raja atas segala binatang yang ganas."

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017