• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kedalaman Kasih

Sabtu, 4 November 2017

Di tengah sukacita sorgawi karena pertobatan Niniwe, kota yang sangat besar dan berpenduduk sangat banyak itu, Yunus sang nabi Tuhan malah dipenuhi dengan amarah dan ketidakpuasan. Yunus geram saat mengetahui bahwa Tuhan tidak jadi membinasakan Niniwe. Dalam kemarahannya, ia mengatakan bahwa ia lebih baik mati saja. Hal ini berkontradiksi dengan sikap Yunus saat berada dalam perut ikan serta saat bersyukur karena diselamatkan oleh Tuhan dari kematian (pasal 2). Yunus lebih memilih mati daripada hidup karena ia tidak tahan melihat Niniwe tidak dihancurkan, malah diberkati Tuhan. Yunus menunjukkan kebencian terhadap Niniwe!
Niniwe adalah ibukota Asyur, negeri yang terus meneror Israel. Potret kekejaman Niniwe terhadap Israel tercatat di kitab Nahum. Sangat masuk akal bila Yunus amat membenci bangsa Niniwe dan tidak bisa menerima ketika bangsa yang kejam ini mendapat pengampunan dari Tuhan. Yunus menyuarakan protes sekeras-kerasnya! Namun, Tuhan tidak menyetujui sikap Yunus. Tuhan mendidik nabi-Nya dengan menumbuhkan pohon jarak secara ajaib, tetapi kemudian pohon yang sedemikian disayangi oleh Yunus itu layu. Mengapa Tuhan melakukan hal itu? Melalui peristiwa di atas, Tuhan mengajarkan tentang kasih manusia yang sangat sempit dan bersyarat. Kita hanya bisa mengasihi jika seseorang atau sesuatu membawa kebaikan bagi diri kita, dan kita dengan mudah membenci yang tidak layak kita kasihi. Namun, kasih Tuhan yang sangat dalam dan luas memberi anugerah-Nya kepada semua orang, bahkan bagi orang yang tidak layak, sejahat atau sedalam apa pun dosanya, saat orang itu mau datang dengan rendah hati kepada-Nya. [PHJ]
 

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka ...“Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.”

Matius 9:11-12

Yunus 4

4:1   Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

4:2
 
Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

4:3
 
Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."

4:4
 
Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"

4:5
 
Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

4:6
 
Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

4:7
 
Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

4:8
 
Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."

4:9
 
Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

4:10
 
Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

4:11
 
Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017