• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Perubahan Hidup

(Pentakosta)

Minggu, 4 Juni 2017

Bila kita membandingkan kehidupan para murid Tuhan Yesus sebelum hari Pentakosta dengan kehidupan mereka pada hari Pentakosta dan sesudah hari Pentakosta, kita bisa melihat terjadinya perubahan yang amat dahsyat. Sebelum Pentakosta, kehidupan para murid Tuhan Yesus amat bergantung pada Tuhan Yesus. Setiap kali menghadapi masalah yang tak sanggup mereka hadapi sendiri, yang mereka lakukan adalah mencari Tuhan Yesus memohon pertolongan. Saat Tuhan Yesus membiarkan diri-Nya ditangkap oleh para pengawal Bait Allah, murid-murid menjadi ketakutan dan tercerai berai. Saat Tuhan Yesus diadili, hanya Petrus dan seorang murid yang lain (kemungkinan besar Yohanes) yang berani menyaksikan jalannya pengadilan. Saat itu, Petrus yang menyaksikan dari jauh dengan rasa was-was akhirnya menyangkal Tuhan Yesus sampai tiga kali karena takut ketahuan.
Sifat pengecut itu hilang lenyap pada hari Pentakosta. Para murid yang sebelumnya lari ketakutan saat Tuhan Yesus ditangkap, sekarang berani menghadapi ribuan orang. Bahkan, Petrus—yang sebelumnya beberapa kali menunjukkan sikap pengecut—dengan berani berkhotbah di depan sekitar tiga ribu orang. Petrus berkhotbah tentang Kristus dengan sepenuh hati sehingga khotbahnya membuat hati para pendengarnya tersentuh (2:37) dan pada akhirnya ada sekitar tiga ribu orang yang memberi diri mereka untuk dibaptis (2:41). Menurut pendapat Anda, apakah anggota jemaat tempat Anda beribadah telah mengalami perubahan hidup? Menurut pendapat Anda, perubahan hidup macam apa yang seharusnya terjadi bila Roh Kudus hadir di dalam kehidupan orang percaya? [P]
 
2 Timotius 1:7

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Kisah Para Rasul 2:1-11

 

2:1
 
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

2:2
 
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

2:3
 
dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.

2:4
 
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

2:5
 
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

2:6
 
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

2:7
 
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

2:8
 
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

2:9
 
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,

2:10
 
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

2:11
 
baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017