• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Panggilan Penderitaan

Jumat, 3 November 2017

Firman Tuhan yang diberikan untuk kedua kalinya mirip dengan pemberitaan yang pertama, seolah-olah kejadian pembangkangan dan penghukuman terhadap Yunus tidak pernah terjadi. Namun, hal ini sebenarnya menyiratkan dua hal: Pertama, anugerah Tuhan berlimpah di dalam kelemahan dan pemberontakan manusia. Yunus sebagai nabi adalah hamba Tuhan yang telah melakukan pelanggaran yang sangat berat, yaitu menolak firman Tuhan. Dalam pasal ini, Tuhan kembali memberi kesempatan kedua kepada Yunus. Tuhan selalu memberi kesempatan bagi kita, sejauh apa pun kita pergi dari hadapan-Nya. Kedua, Tuhan mengizinkan kita mengalami penderitaan agar kita menyadari betapa lemah kita dibandingkan Tuhan yang perkasa. Yunus dibuang dalam kegelapan samudera di dalam perut ikan, tanpa sinar matahari, tanpa harapan akan kehidupan. Di tengah kesesakannya, ia berseru dan memohon pertolongan Tuhan. Betapa sering kita harus menjalani penderitaan hidup, sakit parah, atau keuangan terpuruk, hanya supaya kita menyadari bahwa kita memerlukan pertolongan Tuhan.
Sejak kita memanggil Dia sebagai “Tuhan”, kita menempatkan diri kita sebagai hamba-Nya. Apa pun yang Tuhan kehendaki harus kita patuhi. Sebagai hamba, kita harus siap kapan pun dan kemana pun Tuhan mau kita pergi. Siapakah Anda yang berani mempertanyakan keputusan-Nya? Namun, betapa sering Ia harus menghancurkan dahulu kekerasan hati dan kesombongan kita melalui penderitaan. Hari ini, jika Anda sedang dalam kesulitan, pergumulan, keterpurukan, sakit-penyakit, sadarkah Anda bahwa Tuhan ingin kita kembali dan taat pada suara-Nya lagi? [PHJ]
 

“Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.”

Mazmur 119:67

Yunus 3

3:1   Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:

3:2
 
"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."

3:3
 
Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.

3:4
 
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

3:5
 
Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

3:6
 
Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

3:7
 
Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

3:8
 
Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

3:9
 
Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

3:10
 
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017