• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kegelapan Jiwa

Rabu, 2 November 2017

PAPARAN KEANGKUHAN SEORANG NABI
Ada anggapan bahwa Kitab Yunus merupakan kitab mitologis (dongeng) karena ada beberapa kejanggalan pada kitab ini. Misalnya, selain Nabi Yunus, tidak tercantum nama tokoh-tokoh lain. Raja Niniwe pun tidak disebut namanya. Selain itu, kita tidak mengetahui jenis ikan yang telah menelan Yunus dan bagaimana mungkin Yunus bisa tetap hidup walaupun berada dalam perut ikan selama 3 hari.
Tercatatnya nama Yunus di 2 Raja-raja 14:25 sebagai nabi dari Gat-Hefer yang melayani pada zaman Yerobeam bin Yoas (786-746 SM) menunjukkan bahwa Yunus adalah tokoh sejarah, bukan tokoh dongeng. Tidak dicantumkannya nama lain selain Yunus dimaksudkan supaya perhatian pembaca terfokus pada tokoh terpenting saja. Tentang ikan, perlu dipahami bahwa ada hewan purbakala yang sekarang sudah tidak ada lagi. Misalnya, “kuda Nil” (Ayub 40:10) dan “buaya” (Ayub 40:20) adalah terjemahan yang kurang tepat dari hewan Behemoth dan Leviathan yang saat ini sudah tidak ada lagi. Sadarilah bahwa nilai terpenting Kitab Yunus bukan terletak pada kontroversialnya, melainkan pada pelajaran di dalamnya, yaitu memaparkan hati manusia yang sempit, pendendam, dan sulit mengasihi, sekalipun ia adalah seorang nabi.
Kitab Yunus membukakan ironi terbesar, yaitu bangsa bukan Yahudi justru segera merespons peringatan Tuhan serta merendahkan diri memohon belas kasihan-Nya, sehingga Niniwe menerima anugerah pengampunan Tuhan. Sebaliknya, bangsa Israel—umat Tuhan yang sedemikian diberkati dan dikasihi—malah keras hati dan degil, tidak mau merendahkan diri di hadapan Tuhan sampai detik terakhir. Kisah Nabi Yunus mencerminkan potret hati Tuhan yang terus memberi anugerah-Nya bagi mereka yang mencari perkenanan-Nya. Yunus, yang mewakili seluruh Israel, justru menunjukkan keangkuhan umat Tuhan hingga akhir.
Menjadi anak Tuhan merupakan anugerah terbesar karena mata Tuhan terus memandang kita secara khusus dan tangan-Nya terus memelihara kita. Namun, jangan lalai untuk terus mencari perkenanan-Nya dan selalu melihat peringatan-Nya jika kita berbuat salah. Melalui Kitab Yunus, hendaklah kita semakin serius merenungkan keadaan diri kita serta mengizinkan Tuhan menghancurkan keangkuhan dan kekerasan hati kita. [PHJ]

 

Kegelapan Jiwa
Yunus adalah nabi yang sangat membingungkan. Saat para awak kapal yang panik dan ketakutan menanyainya, Yunus berkata–dengan wibawa seorang Nabi Allah–bahwa ia adalah seorang Ibrani yang takut kepada Tuhan Allah yang empunya langit, lautan, dan daratan (1:9). Betapa dahsyatnya Allah yang Yunus kenal dan takuti ini! Namun, tindakan Yunus berbicara lain. Ia sama sekali tidak takut menolak Allah, dan dia mengira bahwa dia bisa melarikan diri dari Sang Pencipta langit, bumi dan lautan, dengan “turun” ke Yafo, lalu “turun” ke sebuah kapal, kemudian “turun” ke ruang kapal paling bawah. Semua ini Yunus lakukan agar dia “jauh dari hadapan Tuhan” (1:3). Saat semua perbuatannya ketahuan, ia mengizinkan para awak kapal menjatuhkan Yunus untuk makin “turun” (ke dalam air). Akhirnya, Tuhan “menangkap” Yunus ke dalam perut ikan untuk dibawa “turun” ke kedalam lautan yang gelap pekat (2:5-6). Inilah gambaran hidup manusia yang berniat menjauh dari hadirat Tuhan: Bukan kesukaan yang ia peroleh, melainkan kondisi jiwa yang makin lama makin “turun”, hingga akhirnya ia mengalami kegelapan jiwa. Dari kitab Yunus, kita menemukan bahwa penyebabnya bermula dari ketidakkonsistenan antara keyakinan dengan kelakuan.
Bila Anda tahu jelas mana yang Tuhan berkenan dan mana yang Tuhan benci, apakah Anda selalu melakukan apa yang berkenan di hati Tuhan? Kedegilan dan kelemahan kita bisa membuat kita justru melakukan apa yang mendukakan hati Tuhan. Kerohanian yang makin “turun”, emosi yang tak terkendali, serta kasih yang hilang merupakan tanda awas! Jangan sampai Anda jatuh ke dalam kegelapan jiwa! Segeralah kembali kepada Allah! [PHJ]
 

“Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.”

Mazmur 18:29

Yunus 1

1:1   Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

1:2
 
"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

1:3
 
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

1:4
 
Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.

1:5
 
Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.

1:6
 
Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."

1:7
 
Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.

1:8
 
Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"

1:9
 
Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."

1:10
 
Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

1:11
 
Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."

1:12
 
Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."

1:13
 
Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

1:14
 
Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."

1:15
 
Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.

1:16
 
Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

1:17
 
Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

 

Yunus 2

2:1   Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,

2:2
 
katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

2:3
 
Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.

2:4
 
Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

2:5
 
Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku

2:6
 
di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.

2:7
 
Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

2:8
 
Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.

2:9
 
Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!"

2:10
 
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017