• Hubungi kami! 021 538 2274
  • Email kami! This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PUSAT PELATIHAN
MASYARAKAT TERPADU (PPMT)
Mintin - Kalimantan Tengah

Program 3Me

3Me Melayani, Melatih dan Mensejahterakan adalah sebuah program pelatihan yang holistik, mencakup Pelatihan Pertumbuhan Rohani dan Pelatihan Karakter yang dikombinasikan dengan pelatihan ketrampilan pertanian/Peternakan dan kewirausahaan yang terpadu, sehingga diharapkan mampu membantu meng-upgrading para pelayan Tuhan hingga mampu menjadi agen mensejahterakan masyarakat.

MISI PPMT

Untuk menghasilkan dan meningkatkan kualitas hamba-hamba Tuhan dan pelayan-pelayan Tuhan untuk ladang Tuhan di pedesaan dan pedalaman, agar menjadi pemimpin rohani dan pemimpin masyarakat yang cakap dan memenuhi tantangan zaman, yang memiliki karakter rohani yang kuat, berintegritas dan memiliki kualitas dalam menjalankan tugas-tugas penggembalaan umat, selain itu ia juga mampu untuk menjadi seorang: Pelopor, Inisiator, Motivator, Fasilitator dan Mobilisator pergerakan pembangunan masyarakat pedesaan.”

Secara UMUM

Kondisi dan keadaan masyarakat di desa di Indonesia senantiasa menghadapi masalah-masalah laten, seperti: kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kualitas pendidikan yang rendah, kualitas kesehatan yang minim dan gizi yang buruk, kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan, kurangnya pemberdayaan potensi daerah, problem moral dan sosial yang saling terkait dengan problem-problem lainnya.

Khususnya bagi gereja-gereja Tuhan di pedesaan/dusun yang terpencil di beberapa kantong Kristen di Indonesia sungguh memprihatinkan. Nyaris tak tersentuh kemajuan oleh pemerintah pusat/daerah, infra-struktur yang sangat terbatas, nyaris terisolisasi dari dunia luar.

Program ini diselenggarakan dengan sebuah kesadaran bahwa upaya untuk peningkatan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa diperlukan pendekatan secara terpadu/terintegrasi dan holistik, tidak hanya mencakup bidang rohani saja, tetapi juga mencakup bidang fisik dan ekonomi, karakter, Kewirausahaan, dll. Maka disusunlah sebuah program Pusat Pelatihan Masyarakat Terpadu 3Me ini, untuk memenuhi misi panggilan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat.28:19-20), sekaligus Mandat Budaya (Kej 2:15).

KONDISI & KEADAAN

Gereja-gereja Tuhan di pedesaan/dusun yang terpencil di beberapa kantong Kristen di Indonesia pada umumnya sungguh memprihatinkan, antara lain:
  • JUMLAH ROHANIWAN TERBATAS
    • Semangat untuk pendirian jemaat baru (church planting) dipedesaan/dusun pada masa-masa yang lalu begitu pesat, namun sayang tidak diiringi jumlah rohaniwan yang ada. Kebutuhan rohaniwan masih sangat besar diperlukan
    • Banyak gereja-gereja di kantong-kantong Kristen yang belum memiliki gembala / rohaniwan, mengingat jumlah rohaniwan begitu terbatas sehingga seorang rohaniwan bisa menggembalakan beberapa gereja lokal sekaligus.

  • KUALITAS ROHANIWAN TERBATAS
  • Sebuah realitas juga, bahwa kondisi SDM rohaniwan di pedesaan/dusun yang ada masih lemah kualitasnya:
    • Masih lemah dalam kualitas pengetahuan teologi (skill of theology). Masih begitu banyak rohaniwan di pedesaan/dusun yang belum menyelesaikan S-1 teologi karena faktor pendidikan dasar maupun biaya. Beberapa mereka bahkan belum menyelesaikan pendidikan SMTA.
    • Masih lemah dalam kualitas kepemimpinan dalam jemaat (skill of leadership). Banyak rohaniwan di pedesaan/dusun yang lemah dalam pengkaderan, membangun teamwork, kemampuan problem-solving dalam gereja, dll.
    • Masih lemah dalam kualitas Managemen gereja (skill of church management). Banyaknya rohaniwan di pedesaan yang masih lemah dalam mengelola keuangan gereja, transparansi keuangan, penatalayanan, dll.
    • Masih lemah dalam kualitas penggem-balaan jemaat (skill of pastoring).

  • KONDISI JEMAAT
    • Masalah keimanan jemaat yang masih lemah, dilihat dari terpengaruh/ melakukan kehidupan lama mereka (seperti: pola pikir yang masih Sinkretisme dan masih akrabnya jemaat dengan praktek Okultisme).
    • Pengaruh “budaya modern” yang cenderung negatif telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat dusun/pedesaan (seperti: gaya hidup konsumtif dan serba ingin instan).
    • Masalah karakter kehidupan jemaat yang masih belum menunjukkan nilai-nilai kristiani, etos kerja yang masih lemah.
    • Masalah kesehatan yang buruk dan pola hidup yang buruk dan tidak higienis membuat kualitas hidup menjadi rendah.
    • Masalah Pendidikan umum jemaat / masyarakat pedalaman yang umumnya masih rendah, karena fasilitas dan sarana pendidikan di daerah terpencil di pedesaan/dusun umumnya sangat terbatas.

  • KONDISI INFRA-STRUKTUR
    • Kondisi infra-struktur gereja pedesaan/dusun yang belum memiliki tempat Ibadah (masih memakai rumah-rumah jemaat atau fasilitas umum untuk beribadah).
    • Kalaupun ada, tempat ibadah begitu sederhana dan kurang terawat serta minimnya fasilitas untuk ibadah dan pelayanan. Banyak gereja di pedesaan / dusun yang memerlukan renovasi atau diadakan penambahan gedung / rumah untuk pastori bagi rohaniwan.

  • KONDISI EKONOM
    • Kesejahteraan Rohaniwan rendah: Permasalahan Finansial untuk kebutuhan hidup Hamba Tuhan dan Keluarganya. (umumnya dibebankan kepada jemaat namun umumnya jemaat tidak bisa memenuhinya secara maksimal).
    • Kesejahteraan Jemaat rendah: Permasalahan Finansial/perekonomian jemaat / masyarakat pada umumnya adalah masyarakat agraris yang miskin dan sangat bergantung pada kondisi alam sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka memanfaatkan sumber alam secara sederhana, seperti: pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, atau hidup dari hasil hutan.

FASILITAS PROGRAM PELATIHAN MILITAN

KAPEL DAN KELAS

Tersedia ruang Kapel dan kelas bagi seluruh aktifitas ibadah dan proses belajar-mengajar. Setiap peserta pelatihan wajib mengikuti setiap ibadah pagi (chapel) dan Persekutuan Doa malam serta kebaktian-kebaktian lain yang diatur secara khusus, dan wajib mengikuti seluruh kelas yang diselenggarakan.

ASRAMA

Asrama disediakan bagi peserta pelatihan, selain sebagai tempat tinggal bagi peserta selama mengikuti pelatihan, juga sebagai wadah pelatihan Kerohanian dan Pembinaan Karakter yang dilakukan lewat Tata Tertib Asrama, Jadwal Piket Asrama, Kelompok Tumbuh Bersama dengan pembimbingan oleh bapak asrama, serta program-program kreatif kehidupan asrama.

KEPALA ASRAMA

PPMT menyadari pentingnya seorang gembala bagi para peserta pelatihan untuk memberikan konseling, bimbingan rohani, atau memberikan pengarahan tentang etika pergaulan, konsultasi pelayanan, dan lain sebagainya.

PERPUSTAKAAN

Menyadari pentingnya buku & jurnal serta literatur lainnya bagi perkembangan pemikiran & memperlengkapi semua program pelatihan di PPMT, maka disediakan sarana perpustakaan yang layak & mencukupi kebutuhan literatur bagi peserta pelatihan. Setiap tahun akan terus ditambahkan dengan judul-judul baru & jurnal-jurnal yang berkaitan dengan misi PPMT. Setiap peserta pelatihan diwajibkan untuk belajar mandiri atau mengerjakan tugas & menimbah ilmu di ruang perpustakaan ini, setiap malam pk. 19.00-21.00.

SERAGAM

Setiap peserta diberikan seragam sebuah rompi dan topi sebagai seragam kerja dan tanda kesiapan serta tekad mengikuti program pelatihan ini.

LAHAN PERCONTOHAN

Di lokasi PPMT telah disediakan lahan pertanian, peternakan, perkolaman, perkebunan dan rumah pembiakan cacing dan jamur, sebagai sarana pembelajaran langsung pada praktek lapangan, diasuh oleh instruktur-instruktur terlatih dan praktisi yang berpengalaman.



Lihat Publikasi

Menjadi Gereja yang Mulia dan Misioner

GKY BSD

Giat Kerja Bagi Yesus Bertumbuh Setia & Dinamis

Memenangkan, Memuridkan, Mengutus (3M)

Acara Gerejawi

Tema 2017